Salah! Kita masih bisa dapat melakukan sesuatu. Ya, memang tak ada kaitannya dengan usaha untuk mencairkan kemacetan. Tapi yang kita lakukan ini malah mencairkan kebekuan yang menghambat rejeki kita.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Kalau tinggal di Jakarta, Surabaya atau kota-kota besar lainnya pasti terbiasa dengan macet. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat, namun tak diimbangi dengan lebar jalan membuat kemacetan adalah hal yang lumrah di kota.

Terlebih mobilisasi penduduk yang dinamis. Misal: tinggal di Sidoarjo namun kerja di Surabaya. Sehingga kalau pagi di jam bersamaan, berbondong-bondong ke Surabaya. Dan sebaliknya saat petang berdesak-desakan pulang ke rumah di Sidoarjo.

Apalagi kalau macetnya disebabkan sesuatu yang bersifat ‘accident’, misal: ada mobil yang as-nya patah, kecelakaan, pohon/iklan billboard tumbang dan lainnya. Ini bisa sangat parah. Karena macetnya total. Tak bisa bergerak.

Tentu saat macet adalah saat menjengkelkan. Apalagi kalau cuacanya ekstrem, saat panas sekali atau hujan deras. Benar-benar menderita khususnya pengendara sepeda motor.

Inginnya cepat sampai, tapi malah hanya duduk terpekur di kendaraan. Badan capek, khususnya tangan dan kaki yang pegal. Bermain rem, kopling, gas dan kemudi. Tak bisa apa-apa.

Tak dapat melakukan apa-apa?

Salah! Kita masih bisa dapat melakukan sesuatu. Ya, memang tak ada kaitannya dengan usaha untuk mencairkan kemacetan. Tapi yang kita lakukan ini malah mencairkan kebekuan yang menghambat rejeki kita.

Ini amaliah yang dilakukan oleh seorang teman. Dan sejak itu saya mencoba untuk mengikutinya. Tak susah, dan tak juga memerlukan banyak tenaga. Dan yang penting masih dapat melakukan hal lain, atau utama seperti mengemudi itu. [TSA, 09/02/2012 subuh]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

3 thoughts on “Rahasia Rejeki (72): Tambah Macet Tambah Rejeki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *