”Ya, enak karena dia bekerja sesuai hobinya. Dia suka bermain gitar. Dan dia melakukannya itu dibayar, ditonton dan diapresiasi oleh orang lain. Jarang ada orang yang bekerja sesuai dengan hobinya.”

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saat jam istirahat kita makan bersama di ruang makan di kantor. Kita bersama-sama duduk mengelilingi meja sambil menonton TV. Dan penguasa TV adalah office boy kita yang menyukai dangdut. Jadinya yang ditonton selalu program ‘Stasiun Dangdut’ di channel JTV.

Program ini selalu menampilkan 3 penyanyi dangdut yang beragam. Setiap hari selalu baru. Jadi tak pernah sama setiap harinya. Itu pun masih ada 1 bintang tamu yang biasanya penyanyi ibukota.

Suatu ketika penyanyinya cukup belia. Dia masih duduk di bangku sekolah. Meski pakaiannya agak seronok, maklum dangdut, wajah belianya menunjukkan dia menikmati apa yang dilakukan. Sambil bergoyang dia beraksi berduet dengan gitaris. Sang gitaris juga cukup muda berambut gondrong memainkan gitarnya dengan nikmat. Seperti penyanyi tadi, sang gitaris sepertinya menikmati apa yang dilakukan.

Tiba-tiba seorang teman menyelutuk, “Enak sekali penyanyi dan gitaris itu ya?” Teman-teman yang mendengarnya cukup heran, kenapa? “Ya, enak karena dia bekerja sesuai dengan hobinya. Bayangkan dia suka menyanyi. Dia suka bermain gitar. Dan dia melakukannya itu dibayar, ditonton dan diapresiasi oleh orang lain. Jarang ada orang yang bekerja sesuai dengan hobinya,” jelasnya.

Deg! Betul. Berapa banyak orang melakukan apa yang disukai dan dibayar, bahkan dilihat apa yang dikerjakan, dan kalau bagus diapresiasi. Malah bisa menjadi idola dan apa yang dikenakan dan dilakukan ditiru oleh penggemarnya. Berapa banyak?

Kebanyakan terpisah antara bekerja dan melakukan hobi. Bekerja mendapatkan uang, dan berhobi menghabiskan uang. Bekerja itu serius, dan berhobi itu menyenangkan. Bekerja itu bersama orang lain dan terlibat dengan perusahaan, dan berhobi itu sendiri dan individual. [TSA, 10/02/2012 subuh]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *