Kisah teman ini memang tidak seperti tokoh di film ‘Up’ yang sudah mengenal sejak kanak-kanak. Namun kisah ini sangatlah indah. Berapa banyak orang yang bisa memelihara kasih sayangnya selama itu?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Meski film kartun, ‘Up’ adalah salah satu film favorit saya. Ada satu hal yang menarik bagi saya. Sang tokoh telah menemukan jodohnya sejak kecil. Bahkan saat sebelum sekolah. Dan terus bersama sampai sang jodoh mendahului dia menghadap sang Ilahi.

Mereka memiliki impian sama yang sudah diungkap bersama sejak kecil. Yakni memiliki rumah kecil yang indah di atas bukit dekat air terjun. Selama hidup mereka mengejar impian itu. Meski itu serasa mustahil, bahkan sang tokoh hampir putus asa, sang jodoh selalu memompa semangat mengejarnya.

Melihat kebersamaan mereka sejak kecil dan terus sampai maut menjemput, membuat saya terharu. Berapa banyak orang seperti mereka? Sejak kecil memiliki impian bersama, lalu bersatu dan mengejar impian itu selama hidup kebersamaan mereka?

Berapa banyak orang yang sejak kecil sudah mengenal, berteman lalu hidup bersama sampai mati?

Awalnya saya kira ini bisa terjadi hanya di film. Khususnya film kartun. Sampai kemudian saya bertemua seseorang di Facebook. Dia seorang ibu. Saya ‘add’ dia karena saya sudah kenal suaminya lebih dulu. Dan suaminya saya kenal lewat blognya.

Dari foto-foto yang diunggah suaminya di blog, saya tahu mereka sudah berteman sejak SMA. Lalu mereka kuliah bareng di Jakarta, di kampus yang sama. Lalu menikah.

Foto-foto ini menarik saya, dan saya berkomunikasi dengan istrinya lewat Facebook. Ternyata mereka teman sedaerah, sebuah pelosok di Sumatra sana. Dia tak menjelaskan apakah sekampung atau sedesa. Dan tak menjelaskan apakah sudah kenal sebelum SMA.

Kisah teman blog ini memang tidak seperti tokoh di film ‘Up’ yang sudah mengenal sejak masih kanak-kanak. Namun kisah ini sangatlah indah. Berapa banyak orang yang bisa memelihara kasih sayangnya selama itu?

Saya punya banyak teman yang sudah memulai kebersamaanya sejak kelas 1 SMA. Dan cinta itu tetap terpelihara sampai ke jenjang pendidikan selanjutnya dan berlanjut ke pelaminan. Dan tetap awet sampai sekarang.

Bagi saya ini adalah rejeki. Karena kebersamaan ini sejak lama ini menjadi kenangan indah yang bisa saling diingatkan selama hidup. Perkenalan sejak lama ini juga membuat mereka saling mengenal masing-masing temannya.

Teman sejak kecil, berarti mereka sedaerah. Bahkan mungkin sekampung. Ini berarti mereka memiliki budaya yang sama: bahasa, cara berpikir, cara bertindak dan lainnya. Ini berguna nantinya bila mendidik anak. Karena ada kesamaan konsep dalam berkeluarga.
Tapi yang pasti tak banyak orang yang memiliki kisah cinta yang awet itu. Dan kalau sudah dapat memelihara cinta selama ini, tentu sangat mungkin masih dapat memelihara cintanya sampai mati. Itu adalah rejeki yang luar biasa. [TSA, 11/02/2012 subuh]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

2 thoughts on “Rahasia Rejeki (74): Rejeki Awetnya Cinta Sejak Kecil

  1. Wah sayang ya, posyroinma bukunya di bulan februari, padahal awal bulan januari barusan aja saya beli ultraripped yang 180 caps. Tentunya sebagai pembeli setia produk UN, ketentuan ini bisa berlaku surut ya he he.Oh ya kemarin malam barusan aja saya beli /dikirm produk Testotro Grow 2 HPSelamat untuk Pak denny, semoga tetap sukses dimasa depan. Kalau berniat kirim buku ke saya, akan saya beri alamat lengkap saya Pak.Tengkyu sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *