Hari ini, 14 Februari, dirayakan sebagai hari Valentine. Momen ini mereka berjanji cinta mereka abadi dan bersatu selamanya. Benarkah janji mereka? Benarkah harapan mereka selalu bersama sampai mati?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Hari ini, 14 Februari, dirayakan oleh sebagian orang sebagai hari Valentine. Hari untuk menunjukkan kasih sayang. Yang memanfaatkan momen istimewa ini kebanyakan adalah kaum muda, khususnya yang lagi kasmaran. Mereka akan saling memberi hadiah, dan berjanji cinta mereka akan abadi. Juga bersama sampai mati.

Benarkah janji mereka? Benarkah harapan mereka selalu bersama sampai mati?

Dalam perjalanan ke klien, saya dan teman kantor terjebak macet. Saat seperti ini tentu tak dapat bisa kita lakukan kecuali mengisi waktu dengan bercakap-cakap. Harapannya dengan bercakap-cakap tak terasa atau tak perlu stress menunggu redanya macet.

Teman kantor ini bercerita tentang kisah cinta yang unik. Ada seorang pria dengan saudara yang banyak, 11 orang. Jadi ada 12 anak termasuk dia. Dia adalah anak terakhir.

Karena anak yang banyak ini, tentu saja berat bagi orang tuanya untuk memelihara. Sehingga anak yang sudah mentas, sudah bekerja, untuk membantu ‘menghidupi’ adik-adiknya. Akhirnya dia ini tinggal, ‘ngenger’, dengan kakaknya yang sudah bekerja.

Bersama kakaknya ini dia tinggal di Surabaya. Tentu saja di saat-saat luang mereka pergi bersama. Sampai suatu ketika mereka bertemu seorang wanita. Sang kakak jatuh cinta padanya, dan sebenarnya sang adik juga. Namun kondisi yang belum siap, masih sekolah dan belum bekerja, dia hanya memendam cintanya. Akhirnya sang kakak berhasil menikahi sang wanita pujaan.

Namun cinta sang adik ternyata tak padam. Bahkan mungkin tetap hangat dan terpelihara, karena dia jadi tetap bisa bersama. Karena sang adik tetap ikut tinggal bersama kakaknya.

Meski nanti sang adik, sudah lulus dan bekerja, cintanya tak pernah padam. Selama itu dia tak mencari wanita lain. Dia mempertahankan cintanya pada wanita itu, sehingga tetap membujang.

Waktu berjalan. Anak-anak sang kakak sudah besar, bahkan sudah ada yang berkeluarga. Dan sang kakak karena usianya, sudah mulai sakit-sakitan. Sampai suatu ketika sang kakak meninggal dunia karena sakitnya. [TSA, 14/02/2012 malam]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *