Semua transaksi dihitung dalam umur. Misal: naik bis harganya 2 jam umur, beli mobil harganya 50 tahun umur. Jadi yang memiliki banyak umur adalah orang yang kaya dan memiliki previlege yang berbeda.

Oleh: Mochamad Yusuf*

“Berapa waktumu?” tanya Will Salas pada seorang cewek di depannya. Yang ditanya melihat lengannya, “45 menit lagi.” “Kamu saya beri waktu,” kata Will. “Terima kasih,” kata Sylvia Weis, sang cewek itu.

Lalu mereka menempelkan kedua lengannya. Lalu angka-angka berpendar hijau di lengan berubah. Angka di lengan Will berkurang, dan secara otomatis angka di lengan Sylvia bertambah. Sekarang mereka berlari, seperti tak menyia-nyiakan waktu yang diberikan.

Ini memang terjadi di film, “In Time”. Konon di masa depan, dengan sebuah rekayasa genetika maka perkembangan generatif berhenti sampai usia 25 tahun. Bila usia mereka tak ditambah, mereka akan mati di usia 25 tahun. Mereka bisa menambah usia dengan bekerja atau diberi orang lain. Entah itu dangan meminta atau mengambilnya secara paksa.

Umur yang tersisa akan terlihat di lengan sebelah kiri. Umur ini terbentuk dalam angka-angka sampai satuan detik, sehingga bisa langsung tahu berapa lagi usia yang ada. Angka-angka ini berpendar hijau, jadi meski di kegelapan akan terlihat.

Semua transaksi dihitung dalam umur. Misal: naik bis harganya 2 jam umur, beli mobil harganya 50 tahun umur, nginap di sebuah hotel mewah harganya 2 tahun umur dan lainnya. Jadi yang memiliki banyak umur adalah orang yang kaya dan memiliki previlege yang berbeda.

Sebaliknya dengan orang yang miskin yang umurnya pas-pasan. Umur yang sedikit ini, beberapa jam saja, hanya hidup untuk menyambung hidup hari yakni untuk mencari umur lagi. Mereka bahkan ditempatkan sebuah lokasi khusus dengan perbedaan waktu.

Karena berharganya waktu, maka mereka tak sempat untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka akan berjalan cepat, bahkan berlari untuk nenuju sebuah tempat. Tak sempat melamun. Bahkan kalau akan mengadakan sebuah kegiatan, mereka sepakat berapa waktu yang akan dipakai. [TSA, 20/02/2012 subuh]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

1 thought on “Rahasia Rejeki (78): Rejeki Yang Tak Disadari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *