Saat kita kecil, kita memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan saat dewasa. Bila ditanya, kita akan menjawab menjadi pilot, dokter, dan lainnya. Tapi berapa banyak yang dapat mewujudkan cita-citanya?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Di sebuah gudang lahan pertanian di Amerika Serikat 2 anak bermain. Seseorang masuk ke sebuah kotak yang telah diberi 2 papan di masing-masing sisinya. Demikian juga seseorang yang lain. Di depannya ada sebuah tongkat bekas gagang sapu. Mereka lalu menirukan suara mesin pesawat.

Ya, mereka bermain sebagai pilot pesawat tempur. Dua papan di samping adalah sayapnya. Dan gagang sapu adalah senapan mesinnya. Mereka memakai topi seperti pilot sebelum era Perang Dunia II.

Mereka memang ingin menjadi pilot. Dan di film itu, mereka tak butuh menunggu dewasa untuk dapat menerbangkan pesawat. Karena tak lama kemudian pesawat terbang salah satu anak tadi datang mendarat.

Ya, ini sebuah pesawat penyebar benih atau pembasmi hama yang banyak di lahan pertanian. Mereka lalu masuk dan menyalakan mesin. Mencoba bermain-main seperti tadi namun dengan pesawat betulan. Tanpa sengaja, mesin menyala dan saat panik bagaimana menghentikannya, mereka malah menerbangkannya.

Pesawat itu terbang meski mungkin tak tinggi dan tak lama lalu mendarat dengan keras. Meski penerbangan perdana mereka tak mulus, mereka sudah menjadi pilot. Kelak mereka menjadi pilot pesawat tempur sesungguhnya. Bahkan termasuk dalam deret pembom pertama yang melakukan ‘raid’ ke tanah Jepan saat Perang Dunia II.

Ya, ini memang sebuah film. Sebuah film yang menggambarkan bagaimana seseorang anak yang mememiliki cita-cita dan benar-benar mewujudkannya impian itu. Tak sekedar mewujudkan, tapi juga berhasil dalam bidang yang menjadi idamannya sejak kecil.

Saat kita kecil, kita memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan ketika sudah dewasa. Dengan bangga saat ditanya, kita akan menjawab sebagai pilot, dokter, guru, arsitek, tentara dan lainnya. Tapi dari sekian yang bercita-cita itu, berapa banyak yang benar-benar mewujudkan cita-citanya?

Saya punya teman yang memiliki cita-cita sebagai diplomat. Saya tak tahu, apakah cita-citanya itu sudah tumbuh sejak kecil atau saat sekolah dasar. Karena saya baru kenal saat menginjak duduk di bangku SMA. [TSA, 21/02/2012 subuh]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

2 thoughts on “Rahasia Rejeki (79): Pekerjaan Impian

  1. Terima kasih atas sindirannya karna saya juga sateip saat update status lewat bb .hehehehe artikel ini sangat menyadarkan saya akan dampaknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *