Sudah banyak kota di dunia yang sudah disinggahi. Ini terlihat di widget Facebook yang menunjukkan kota yang pernah dikunjungi. Tampak noktah-noktah merah yang hampir merata di seluruh penjuru dunia.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Teman saya ini memang luar biasa sejak kecil. Di SD dia selalu ranking. Bahkan tak hanya tertinggi di kelasnya, tapi se-sekolah. Prestasi ini dia ulang di bangku menengah pertama. Bahkan dia sempat menjadi wakil lomba cerdas cermat di TVRI dulu.

Baru di SMA, dia berkurang kecermelangannya. Mungkin tetap cemerlang, tapi yang lain lebih cemerlang. Sehingga dia kalah bersinar. Maklum sekolahnya favorit. Jadi jujukan anak-anak terbaik di SMP sebelumnya.

Dan semakin meredup sinarnya, saat dia tak diterima di PTN daerah. Bukan PTN favorit, meski masih sama-sama PTN-nya.

Selulus SMA saya tak pernah bertemu lagi. Sempat bertemu lagi, saat saya berkunjung ke rumahnya, takziah Bapaknya yang meninggal. Tapi sejak itu tak pernah bertemu lagi. Sampai sekarang.

Lewat berbagai jalur, saya tetap mengikuti beritanya. Bahkan lalu menyambung lagi lewat SMS. Beberapa kali berjanji bertemu saat lebaran, tapi selalu gagal. Bahkan saat dia sudah dekat rumah saya.

Lalu setelah ada Facebook, saya bisa bertemu secara virtual. Sekarang bisa lebih detil mengikuti beritanya. Bahkan saya bisa melihat istri, anak-anaknya sampai perjalanan ke luar negeri di album fotonya.

Ini tampak di foto-foto yang diunggah ke Facebook. Latar belakang foto-foto tersebut tempat atau gedung-gedung yang terkenal di seluruh dunia. Seperti menara Eiffel di Paris, Perancis. Atau istana terlarang di lapangan Tiananmen, Cina. Yang lain seperti Gedung Putih, istananya presiden Amerika Serikat. Dan masih banyak lagi.

Sepertinya sudah banyak kota di dunia yang sudah disinggahi. Ini terlihat di widget Facebook yang menunjukkan kota-kota yang pernah dikunjungi. Tampak noktah-noktah merah yang hampir merata di seluruh penjuru dunia. Sudah puluhan kota besar dunia yang sudah dikunjungi.

Suatu saat komunikasi lewat Facebook nyambung. Dia membalas message saya. Jarang-jarang terjadi. Biasanya message saya tak dibalas. Makanya saya malas berkomunikasi. Saya hanya memantau status dan wall-nya saja. [TSA, 23/02/2012 malam]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di http://enerlife.web.id/category/rejeki/. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’ ini.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *