Buku saya bukan persis seperti ini, meski juga 2 jilid. Yang ini edisi revisi dengan cover baru.
Buku saya bukan persis seperti ini, meski juga 2 jilid. Yang ini edisi revisi dengan cover baru.
Dari sekian buku yang saya miliki, ada 1 buku yang saya suka. Entah sudah berapa kali saya membacanya. Kalau ada kesempatan selalu saya baca kembali, seperti di bulan Ramadhan ini. Tapi ini bukan Al Qur’an lho.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Entah sejak kapan saya suka membaca. Tapi yang jelas saya baru bisa membaca di kelas 2 SD. Hehehe. Saya ingat sewaktu kelas 2 distrap karena tak bisa membaca. Strap ini adalah hukuman berdiri di depan kelas sampai dipersilahkan duduk kembali oleh guru. Saya malu dan hampir menangis dihukum seperti ini. Untuk menutupi malu ini sampai wajah saya tutupi dengan buku, seperti petugas upacara yang membacakan Pembukaan UUD 45.

Sejak itu mungkin saya terpacu belajar membaca lebih keras. Saya sadar memang agak terbelakang dalam membaca. Apalagi saya pindahan dari sekolah yang tak dipacu belajar membaca. Saat masuk SD saya masuk ke sebuah sekolah dekat rumah lama dulu di Tambak Sari. Setelah 1 cawu (catur wulan sekitar 4 bulan) di sekolah lama itu, saya pindah ke sekolah baru di rumah sekarang, Bratang. Jadi sempat stress setelah pindah ke sekolah baru, karena kegiatan membaca dan menulis begitu intense.

Tapi sebenarnya sejak kecil saya memang suka membaca. Eh, lebih tepatnya melihat. Hehehe. Saya ingat sebelum pindah ke rumah baru itu, jadi masih TK saya selalu pinjam majalah Bobo dari tetangga. Tentu saja tak bisa saya baca. Saya hanya melihat gambar-gambarnya saja atau diceritakan oleh Ibu saya.

Setelah dapat membaca, saya membaca tambahan dari buku-buku perpustakaan. Sayangnya sebagai sekolah Inpres yang tak favorit, perpustakaannya minim. Rasanya baru kelas 6, koleksi perpustakaan cukup, meski tetap tak banyak. Rasanya baru di SMP, saya mulai bisa membaca secara banyak.

Saya tak tahu berapa banyak buku yang sudah saya baca. Bahkan saya juga tak tahu berapa persisnya jumlah buku yang saya miliki. Ada ratusan buku. Namun dari sekian buku yang saya miliki, ada 1 buku yang saya suka. Entah sudah berapa kali saya membaca. Dan selalu kalau ada kesempatan saya baca kembali, seperti di bulan Ramadhan ini. Tapi ini bukan Al Qur’an lho.

Buku itu berjudul “Riyadhus Shalihin”. Buku lama sebenarnya. Bahkan sangat lama. Buku ini sudah dikarang oleh Imam Nawawi 400 tahun lalu. Sejak itu buku ini banyak disuka dan dipelajari dari satu generasi ke generasi lain. Dari satu bangsa ke bangsa lain.

Buku ini tentang pembentukan akhlak yang baik. Apa yang harus dilakukan untuk menjadi muslim yang baik. Buku ini berisi kumpulan ayat-ayat suci dan hadits-hadits shahih saja. Buku ini akan memberikan tuntunan mulai dari ibadah, akhlak bahkan cerita-cerita. Namun tujuannya adalah pedoman berlaku sebagai manusia yang sholeh.

Saya kira buku ini bukan seperti buku kebanyakan. Dalam arti, buku ini bukan dikarang. Tapi buku ini hanyalah kumpulan. Buku ini terdiri dari beberapa bab yang spesifik, misal bercerita tentang niat. Maka Imam Nawawi akan mencari ayat-ayat yang relevan dari Al Qur’an tentang niat. Dia juga akan mencari hadits-hadits yang shahih saja tentang niat. Meski begitu ada sedikit catatan dari Imam Nawawi bila dirasa kurang jelas ayat atau haditsnya.

Karena itu buku ini bagus sebagai pedoman hidup seorang manusia. Saya selalu menyarankan orang lain untuk membaca buku. Saya bilang, “Anda boleh tidak suka membaca. Atau tidak mau membaca buku. Atau hanya membaca komik, majalah atau koran. Tapi cobalah Anda minimal membaca buku ini. Sekalilah dalam hidup.” Hehehe.

Saya sendiri begitu menikmati membaca buku ini. Meski berkali-kali saya membacanya. Saya merasa selalu ada yang baru ketika saya membacanya kembali. Seperti sebuah bagian baru dalam edisi revisi. Atau mungkin saya melewatkan membacanya. Hehehe.

Jadi kalau Anda punya kesempatan, saya rekomendasikan membaca buku ini. Minimal sekali dalam hidup. [TSA, 6 Ramadhan 1433H / 25 Juli 2012M subuh]

~~~
Serial “Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara” ini adalah janji saya di awal bulan puasa 2012 untuk membuat sebuah kegiatan yang bermanfaat dan berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan saya yang lain. Yakni membuat sebuah tulisan setiap harinya selama bulan Ramadhan. Semoga bisa! Amin.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

2 thoughts on “Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (6): Buku Yang Selalu Tak Bosan Dibaca dan Dibaca Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *