(ref: sxc.hu)
(ref: sxc.hu)
Awalnya saya ingin tetap ada sesuatu yang berguna/manfaatnya di artikel ini. Tapi saya pikir, nanti dikira saya menyamakan diri dengan contoh yang diberikan. Akhirnya saya putuskan, tidak saya tulis.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Ini mungkin artikel curhat. Hehehe.

Awalnya saya ingin tetap ada sesuatu yang berguna atau manfaatnya di artikel ini. Tapi saya pikir, nanti dikira saya menyamakan diri dengan contoh yang saya berikan. Akhirnya saya putuskan, tidak saya tulis saja.

Rencana awal tulisan ini ingin saya awali dengan kisah-kisah Nabi dan sahabat-sahabatNya yang justru banyak mendapat ujian di bulan Ramadhan. Mereka selain berpuasa, ujian kesabaran untuk lapar dan haus, harus ikut perang, menggali parit dan lain-lain. Kadang juga diuji dengan kekuarangan makanan. Tapi mereka ikhlas saja dengan berbagai ujian itu.

Lalu setelah menulis berbagai kisah itu, saya tulis ujian yang pernah saya alami saat memasuki bulan Ramadhan. Seperti sakit GBS yang pernah saya alami. Dan mungkin ujian-ujian lain yang pernah saya alami (masih saya ingat-ingat apa saja… hehehe)

Tapi, tidak. Saya putuskan artikel ini seringan dan sependek mungkin. Isinya hanya curhat. Hehehe. Kali ini ujian saya di Ramadhan ini cukup ringan bagi yang lain, mungkin. Tapi bagi saya agak berat. Hehehe.

Yakni sehari sebelum puasa, pembantu saya pulang. Padahal saya dan istri kerja. Bahkan berangkat dan pulangnya bareng. Sedangkan anak-anak masih duduk di bangku sekolah dasar. Yang tertua di kelas 6 SD dan si kecil kelas 1 SD.

Yang saya pikirkan yang kecil. Karena kalau tinggal sendiri di rumah, saya khawatir dia takut sendirian di rumah. Yang lain, seperti urusan rumah tangga (bersih-bersih, cuci dan setrika, memasak dan lain-lain), saya pikir masih bisa dicarikan solusinya.

Sejak Zidan lahir, kita sudah dibantu dengan pembantu. Ini mungkin pertama kalinya tanpa pembantu. Jadi sudah lebih dari 12 tahun kita dibantu dengan tenaga pembantu. Ya, suatu waktu kita harus mandiri. Tapi belum sekarang ini, karena Zelda masih kelas 1 SD.

Sekarang sudah lebih dari 2 minggu Ramadhan tanpa pembantu. Sepertinya kita, saya dan istri, harus bersabar cari pengganti pembantu sampai lebaran tiba. Karena cari sekarang, sulit. Entah nanti setelah lebaran… Semoga saya bisa melalui ujian ini. Amin. [TSA, 10 Ramadhan 1433H / 29 Juli 2012M subuh]

~~~
Serial “Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara” ini adalah janji saya di awal bulan puasa 2012 untuk membuat sebuah kegiatan yang bermanfaat dan berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan saya yang lain. Yakni membuat sebuah tulisan setiap harinya selama bulan Ramadhan. Semoga bisa! Amin.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik tentang IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

1 thought on “Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (10): Ujian Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *