(ref: wikipedia.org)
(ref: wikipedia.org)
Sampai akhirnya rakyat Mesir berteriak marah, “Raja Firaun, kalau Anda tidak dapat membuat sungai Nil berair lagi, kita akan mencari Tuhan lain. Dan meminta Tuhan baru kita membuat sungai Nil berair kembali.”

Oleh: Mochamad Yusuf*

Dahulu kala saat raja Firaun berkuasa, sungai Nil yang mengairi pertanian negeri Mesir mengalami kekeringan. Sungai Nil yang panjang itu hampir tidak ada airnya. Kering kerontang. Rakyat Mesir khususnya para petani mengalami kerugian besar. Karena lahan pertaniannya tidak menghasilkan tanaman apapun. Ancaman kelaparan mengintai rakyat Mesir.

Akhirnya tidak tahan dengan penderitaan itu, rakyat Mesir memberanikan diri menghadap raja Firaun. Tujuannya meminta pertolongan Firaun untuk dapat membuat sungai Nil berair lagi.

“Tuanku,” kata rakyat, “Buatlah sungai Nil mengalir dengan air kembali.” “Apa?” hardik Firaun, “Aku benci kalian,” katanya sambil berlalu pergi. Rakyat mendengar perkataan ini, sungguh kecewa. Firaun yang mengaku Tuhan, tidak mampu membuat Nil tidak kekeringan lagi. Tuhan model apa ini?

Dengan tangan kosong dan juga todongan senjata dari para pengawal Firaun, rakyat Mesir ini terpaksa pergi meninggalkan istana Firaun. Namun karena memang tidak tahan dengan bencana kekeringan ini, mereka ngotot menghadap Firaun kembali esok harinya.

Dan lagi-lagi jawaban dari Firaun sangat mengecewakan, “Aku benci kalian.” Sambil berkata demikian, dia berjalan cepat menghindar. Untuk kali kedua rakyat Mesir kecewa. Dan kembali rakyat Mesir pulang dengan tangan hampa.

Tapi kekeringan ini memang sungguh luar biasa, sehingga mereka memaksa diri kembali menghadap raja Firaun. Dan jawabannya sama. Hal ini berulang sampai 4 kali. Sampai akhirnya rakyat Mesir berteriak marah, “Raja Firaun, kalau Anda tidak dapat membuat sungai Nil berair lagi, kita akan mencari Tuhan lain. Dan meminta Tuhan baru kita membuat sungai Nil berair kembali.”

Firuan tidak berkutik. Sambil menahan marah, dia berseru dengan keras, “Oke. Berkumpullah kalian di lapangan minggu depan. Ajak semuanya untuk melihat saya membuat sungai Nil berair lagi.” Rakyat puas dengan jawaban ini, mereka kembali ke rumah dan mengabarkan ke lain untuk datang melihat kuasa Firaun.

Akhirnya saat dinanti tiba. Semua rakyat Mesir sudah berkumpul di sebuah lapangan. Tepatnya sebuah padang pasir yang luas. Firaun dengan baju kebesarannya datang. Lalu dia menuju ke sebuah tempat yang tidak terlihat oleh pengawal dan rakyatnya. Di tempat ini dia bersujud. [PR, 18/12/2012]

~~~
[DIPOTONG]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rezeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di http://enerlife.web.id/category/rejeki/. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rezeki’ ini.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik tentang IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

3 thoughts on “Rahasia Rezeki (108): Banyak Dosa Pun Rezekinya Banyak

  1. Nggak ngerti maksudnya, karena dipotong 😀 Tapi dari judulnya bisa kutebak. Ya, banyak Firaun di luar sana, banyak orang2 yg bergelimang dosa, tapi rezekinya banyak dan lancar. Nggak peduli agama dia apa, atau bahkan apa dia tidak beragama.

    Apa ini berarti rezeki itu murni hasil usaha, bukan dari doa? Sementara doa hanya utk membawa kita ke rezeki yg halal & barokah. Gimana, Pak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *