(ref: sxc.hu)
(ref: sxc.hu)
Apalagi kalau ada yang mengucapkan pas tengah malam. Waktu saya tanyakan, bagaimana dia dapat mengucapkan tepat pk 00.00? Ternyata dia memasang alarm. Lalu dia terbangun karena alarm hanya untuk mengucap selamat ulang tahun pada saya. Ini tentu sangat saya hargai.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Era Facebook memang luar biasa. Dulu kita tidak begitu peduli dengan ulang tahun orang lain. Namun sekarang dengan Facebook, jauh hari sudah diberitahu siapa saja yang mau berulang tahun minggu ini. Dan pada harinya, Facebook akan menampilkan icon siapa saja yang ulang tahun hari ini. Dan sekali klik, maka kita bisa mengucapkan selamat ulang tahun tanpa harus masuk ke halaman profile-nya.

Begitu mudah. Apalagi dengan disinergikan berbagai aplikasi di ponsel, maka seseorang tidak akan pernah melupakan hari jadi orang lain. Karena itu, tidak heran kalau sekarang yang mengucapkan ultah jauh hari sebelumnya. Saya sendiri pernah diberi ucapan 4 hari sebelumnya. (Juga seminggu setelah hari ulang tahun).

Setiap ucapan selamat ultah selalu saya tanggapi. Minimal terima kasih. Karena saya tahu ini tetap memakan ‘effort’. Artinya sedikit banyak dia menyisihkan apa yang dimiliki untuk memberikan perhatian pada kita.

Apalagi kalau ada yang mengucapkan pas tengah malam. Waktu saya tanyakan, bagaimana dia dapat mengucapkan tepat pk 00.00? Ternyata dia memasang alarm. Lalu dia terbangun karena alarm hanya untuk mengucap selamat ulang tahun pada saya. Ini tentu sangat saya hargai.

Selain itu, saya senang dengan ucapan selamat ulang tahun khususnya yang berisi doa. Meski mungkin itu basa-basi darinya, tapi bisa saja ada yang menyampaikan secara sungguh-sungguh. Ucapan doa ini selalu saya aminkan. Siapa tahu dari sekian doa itu akan dikabulkan. Karena kita tidak tahu siapa yang doanya mustajab.

Nabi Muhammad menyarankan kita untuk minta didoakan oleh orang lain. Karena ada orang yang memang doanya mustajab. Bisa jadi karena dia teraniaya, maka doanya mustajab. Atau tingkat kealimannya tinggi, maka doanya juga manjur.

Kita bisa mendatangi mereka. Atau kita mengundang mereka, seperti selamatan itu. Bisa dari orang-orang terdekat kita seperti orang tua, kakek nenek, kerabat, kaum alim, guru, anak yatim atau lainnya. Karena siapa tahu dari mereka, doanya mustajab.

Jadi bila Anda merasa doa Anda jarang dikabulkan, cobalah membiasakan selain terus berdoa sendiri, kita dapat meminta orang lain mendoakan kita. Diminta atau tidak, bila ada yang mendoakan bahkan oleh pengemis yang telah kita beri uang, sebaiknya kita aminkan. Mungkin dari mereka doa itu malah terkabul. [TSA, 11/1/2013 subuh. Ditulis menggunakan tablet pc].

~~~
Kubah adalah Kuliah Bekal Hidup. Tulisan di serial Kubah ini mencoba mencari hikmah dari semua kejadian yang terjadi di alam. Semoga dengan hikmah ini kita dapat hidup bahagia di dunia dan mulia di akhirat. Artikel lain bisa Anda baca di serial ‘Kuliah Bekal Hidup, http://www.enerlife.web.id/category/kubah/’ lainnya.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang TI, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf.

1 thought on “Kubah [8]: Berterima Kasih dari Doa Orang Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *