(ref: lentera-langit.blogspot.com)
(ref: lentera-langit.blogspot.com)
Betapa dahsyatnya! Ternyata ketika ada manusia buruk yang meninggal dunia malah disyukuri oleh makhluk lain. Mereka bahagia dengan kematian manusia ini. Mereka bisa lega dan hidup damai dari gangguan dan kerusakan yang ditimbulkannya.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Suatu saat mau pulang dari rumah Ibu, di pinggir jalan saya lihat pohon Blimbing sayur (blimbing Wuluh) Ibu tampak berbuah lebat. Saya lihat dengan perasaan kagum. Kagum karena pohonnya yang kecil yang terdiri 1 batang dan tidak tinggi. Wajar karena rumah Ibu tidaklah luas. Bahkan tidak punya halaman. Dan pohon itu ditanam di sela-sela tanah yang ada. (Kelak saya salah. Pohon itu hanya ditanam di pot).

“Bagaimana Blimbing sayurmu?” tanya Ibu saat saya terkagum melihat pohon Blimbing itu. Ibu tahu saya juga punya pohon Blimbing sayur. Blimbing saya malah lebih subur. Jadi lebih besar dan rimbun. Tapi tak kunjung berbuah. “Sudah berbuah. Namun baru 2 biji,” jawab saya sambil tertawa. Ibu tahu bahwa Blimbing sayur saya tidak kunjung berbuah.

“Blimbing ini banyak bermanfaat,” katanya sambil mendekati pohon Blimbing, “Banyak tetangga merasakan manfaatnya. Mereka sering minta izin untuk memintanya.”” “Iya. Bisa buat botok,” timpal saya. “Tidak hanya itu. Mereka minta untuk masakan sayur Bening,” jawabnya.

Saya tersenyum. Blimbing kecil yang ditanam di pot di sela-sela tanah yang ada itu membawa manfaat bagi yang lain. Tentu saja ini membawa pahala bagi Ibu.

Saya teringat sebuah hadits Nabi yang mengatakan sebuah pohon yang ditanam seseorang membawa pahala baginya saat ada burung yang merasa tenteram di sana sampai membuat sarang di pohon itu. Bayangkan pohon itu tumbuh sendiri, nyaris tidak ada kegiatan yang kita lakukan. Paling awalnya saja menanam. Padahal bisa saja tumbuh sendiri. Memang kadang di saat musim kemarau harus disiram.

Sesuatu yang sederhana itu dan tidak perlu usaha lagi dari kita bisa menimbulkan pahala, karena bermanfaat bagi burung. Kalau bermanfaat bagi burung saja, apalagi bermanfaat bagi manusia? Pahalanya pasti lebih banyak dan lebih besar lagi.

Suatu saat ada rombongan pengantar jenazah melewati Nabi Muhammad SAW. Mereka berdiri memberikan hormat, dan Nabi Muhammad SAW berkata, “Istirahat dan mengistirahatkan.” Sahabat yang mendengar hal ini bingung dengan perkataan beliau. Setelah rombongan ini berlalu, mereka menanyakan ke Nabi Muhammad SAW apa maksudnya.

“Bagi orang yang baik, dia istirahat dari capeknya dunia. istrirahat dari penderitaan dan kesusahan yang diberikan oleh dunia. Mereka sekarang beristirahat, tidak akan diganggu oleh kesibukan dan hal-hal menderita dari dunia.”

“Sedangkan bagi orang yang buruk, matinya dia mengistirahatkan makhluk-makhluk lain dari gangguannya. Dia selama ini terganggu karena kegiatan dan perbuatannya yang merusak, menghancurkan dan mengganggu kehidupannya. Mereka sekarang bisa istirahat dari gangguan manusia yang buruk ini karena sudah meninggal dunia” jelasnya.

Betapa dahsyatnya! Ternyata ketika ada manusia buruk yang meninggal dunia malah disyukuri oleh makhluk lain. Mereka bahagia dengan kematian manusia ini. Mereka bisa lega dan hidup damai dari gangguan dan kerusakan yang ditimbulkannya.

Oleh karena itu, sebenarnya kesuksesan seseorang dinilai bukan berapa banyak kekayaan yang dimiliki. Atau seberapa besar kekuasaan yang dimiliki. Juga bukan kepopuleran yang dia dapat. Tapi seberapa besar manfaat bagi yang lain. Tidak hanya bagi manusia. Tapi juga pada tumbuhan, hewan, gunung dan lainnya.

Sehingga ketika orang baik meninggal, dia tidak hanya ditangisi manusia, tapi juga makhluk lain. Sebaliknya manusia buruk yang meninggal, tidak hanya disyukuri oleh manusia lain karena terbebas dari gangguannya tapi juga makhluk lain.

Mari kita tingkatkan ibadah kita sambil meningkatkan aktivitas yang memberikan banyak manfaat bagi manusia lain, lingkungan dan makhluk lain. Jadikan kehadiran kita di dunia bermanfaat bagi yang lain. [TSA, 2013/03/15 subuh]

~~~
Kubah adalah Kuliah Bekal Hidup. Tulisan di serial Kubah ini mencoba mencari hikmah dari semua kejadian yang terjadi di alam. Semoga dengan hikmah ini kita dapat hidup bahagia di dunia dan mulia di akhirat. Artikel lain bisa Anda baca di serial ‘Kuliah Bekal Hidup, http://www.enerlife.web.id/category/kubah/’ lainnya.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang TI, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf.

2 thoughts on “Kubah [11]: Manusia Sukses Adalah Manusia Bermanfaat Bagi Yang Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *