gk-semangatTernyata tidak semua teman-teman kita yang pintar di sekolah/kampus kita, hidupnya sukses. Ada yang gagal. Bahkan harus tersungkur ke rumah sakit jiwa. Saya bertanya-tanya kenapa? Ternyata hal ini juga menjadi pertanyaan beberapa orang.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saya mungkin generasi yang beruntung. Selama sekolah tidak kenal komputer, apalagi internet. Lalu setelah keluar dari sekolah/kampus, teman-teman mengembara mencari penghidupan. Beberapa masih bertemu dan kontak. Dan beberapa bagaikan raib ditelan bumi.

Lalu adanya internet dan Facebook. Satu demi satu teman-teman sekolah/kampus muncul dan bertemu. Memang tidak bertatap muka. Tapi bertemu di dunia maya sudah snagat senang. Sehingga satu demi satu jadi tahu kabar teman-teman lain. Lewat Facebook pula menanyakan kabar teman-teman lain yang tidak muncul di Facebook.

Saya bertanya-tanya tentang teman-teman sekolah/kampung yang dulu pintar. Di mana mereka sekarang? Dulu waktu sekolah/kuliah, kita membayangkan bagaimana cerahnya masa depan mereka.

Ternyata tidak semua teman-teman kita yang pintar di sekolah/kampus kita, hidupnya sukses. Ada yang gagal. Bahkan harus tersungkur ke rumah sakit jiwa.

Saya bertanya-tanya kenapa? Ternyata hal ini juga menjadi pertanyaan beberapa orang. Sehingga dilakukan sebuah riset dengan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di Amerika. Di luar nasib dan faktor ‘lucky’, ternyata ada 6 hal penting penyebab kegagalan bagi mereka.

  1. Tidak ada komitmen
    Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan gagal. Suatu tujuan perlu dibarengi tekad, semangat, dan komitmen yang kuat untuk mencapainya. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, Anda harus yakin bahwa Anda bisa melakukannya.
  2. Kurang fokus
    Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali diri Anda pada apa yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan Anda, tetapkan prioritas, dan susun organisasi usaha Anda.
  3. Kurang keterampilan sosial
    Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh dengan banyak berlatih.
  4. Tidak cocok
    Sebuah kesuksesan memerlukan kecocokan antara kemampuan, bakat, kepentingan, keinginan, kepribadian, dan nilai-nilai dalam pekerjaan Anda. Bila Anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaan Anda selama ini. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.
  5. Kurang menyadari rintangan
    Kadang, banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Umur, diskriminasi jenis kelamin dan ras merupakan jenis rintangan yang sering tidak disadari. So, Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan masa depan Anda.
  6. Kemalangan
    Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir, entah itu takdir baik atau buruk. Dan siapa pula yang bisa menolak ketika kemalangan itu harus Anda alami? Seandainya ini terjadi, yang harus Anda lakukan, jangan menyalahkan diri sendiri! Ingat, meski tak bisa menolak kemalangan itu, namun selalu ada jalan untuk memperbaikinya.

Sebenarnya kegagalan bukanlah ‘jalan buntu’ untuk mencapai sukses. Kesempatan selalu datang, meski bukan hal yang sama. Jika hari ini gagal, mungkin besok akan sukses. Jika kita mampu berpikir jernih mengenai kegagalan dan menyadari dalam hidup ini selalu ada pilihan, kita akan bisa menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Karena itu, tak ada orang yang lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari sebuah kegagalan. [SUMA, 20/6/2013 sore]

~~~
Enerlife, ‘Energize Your Life’, adalah tulisan motivasi bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta memberi motivasi kesuksesan hidup. Anda bisa membaca artikel Enerlife lainnya di: http://EnerLife.web.id.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang II, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf.

1 thought on “Enerlife [14]: Gagalnya Orang Pintar Dalam Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *