Kubah [1]: Calon Penghuni Surga 1

Home / Serial Tulisan / Kuliah Bekal Hidup / Kubah [1]: Calon Penghuni Surga 1

(ref: sxc.hu)
(ref: sxc.hu)
Rasulullah pernah ditanya seseorang. “Ya Rasulullah, apakah penghuni surga dan neraka telah diketahui?” Rasul menjawab, “Ya.” Artinya sebenarnya seseorang sudah diketahui apakah masuk surga/neraka.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Kehidupan dunia adalah sementara. Dan kehidupan yang akhir dan selama-lamanya adalah akhirat. Di sana manusia hanya hidup di 2 tempat: neraka atau surga.

Seperti kebanyakan manusia lain, saya tidak suka berbicara tentang neraka. Saya ingin memperbincangkan hal surga. (Ada seorang sahabat Rasulullah yang suka bertanya yang negatif-negatif dan dia mendapat pengetahuan bagaimana melihat orang yang musyrik dan munafik).

Namun saya juga tidak membahas tentang bagaimana masuk surga dan apa yang menyebabkan masuk neraka. Saya kira kita sudah banyak tahu cara masuk surga dan neraka. Tiap jumat kita mendapat banyak nasehat tentang hal ini. Dan sejak kecil, kita sudah diberitahu hal ini baik oleh orang tua, di sekolah atau di masjid.

Saya ingin bercerita tentang profil. Lebih tepatnya siapa yang akan masuk surga. Maksud saya, saya akan menulis tentang seseorang yang sudah dipastikan masuk surga. Orang ini, apapun itu, sudah pasti masuk surga. Karena Rasulullah atau petunjuk yang sangat jelas, telah memberitahukan bahwa dia masuk surga.

Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang. “Ya Rasulullah, apakah penghuni surga dan neraka telah diketahui?” Rasul menjawab, “Ya.” (HR Bukhari 6107). Artinya sebenarnya seseorang sudah diketahui apakah masuk surga atau neraka.

Dan beberapa orang yang sudah dipastikan masuk surga. Bahkan nama-namanya juga sudah diketahui oleh umum. Saya mencoba merangkum kisah orang-orang tersebut. Dengan cerita ini, kita berharap mendapat hikmah/pelajaran dari orang tersebut. Dan berharap, kita juga bisa masuk surga seperti dia kalau kita juga meneladani amalan yang telah dia lakukan.

~~~

Pada suatu hari saat Rasulullah dan para sahabat duduk-duduk di masjid. Tiba-tiba Rasulullah berkata, “Sebentar lagi penghuni surga akan masuk ke mari.”

Semua mata tertuju ke pintu masjid. Dalam hati mereka membayangkan orang yang luar biasa. Lalu masuklah seseorang dengan wajah dan anggota badan lainnya yang masih basah dengan air wudhu. Di menjinjing sandalnya. Lalu dia melakukan shalat.

Tidak ada yang istimewa pada shalatnya. Para sahabat bertanya-tanya apa rahasianya yang membuat dia masuk surga. Tidak ada yang berani bertanya kepada Rasulullah, apa yang menjadi keistimewaannya. Padahal semua berharap mendapat jawaban itu.

Kejadian ini terulang lagi keesokan harinya. Rasulullah mengatakan hal yang sama, dan orang yang sama yang datang. Demikian sampai hari ketiga.

Abdullah ibnu Amr tak tahan dengan kepenasaran ini. Maka dia memiliki ide untuk mengamati dia keseharian di rumahnya.

Maka dia mendatangi rumah orang ini. Diketuk pintunya. Saat terbuka pintunya Abdullah mengutarakan niatnya, “Saya dan orang tua lagi bertengkar hebat. Saya ingin menenangkan diri dengan keluar dari rumahku. Sudikah Anda menerima saya tinggal di rumah ini beberapa hari ke depan?” “Silakan. Tidak masalah,” katanya dengan ramah.

Sejak itu Abdullah berusaha mengintip apa yang sebenarnya dia lakukan sehingga bisa masuk surga. Dilihat shalatnya, sama. Dilihat tingkah lakunya juga sama. Bahkan dia juga tidak melakukan shalat malam, atau puasa sunnah. Siang hari dia juga bekerja dengan tekun. Dia juga pergi ke pasar.

Dia tidak menemukan sesuatu yang istimewa. Maka setelah 3 hari mengintai, dengan mengumpulkan keberaniannya dia menghadap orang tersebut. Dia menceritakan peristiwa saat di masjid yang mendorongnya dia datang ke rumahnya.

“Apakah ada sesuatu istimewa yang Anda kerjakan, sehingga Rasulullah memastikan Anda masuk surga,” tanya Abdullah.

“Apa yang kamu lihat itulah saya,” jawabnya.

Abdullah kecewa. Dengan bersedih dia berpamitan pulang ke rumah. Sesaat sebelum keluar dari pintu rumah, orang ini memanggilnya.

“Sebentar. Apa yang Anda lihat itulah yang saya kerjakan. Hanya saya tidak pernah merasa iri hati ketika ada orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Tidak pernah pula saya melakukan perbuatan keji dalam setiap aktivitas yang saya lakukan,” jelasnya. Ternyata inilah rahasia. Abdullah pulang dengan hati berseri-seri sekarang.

Saya juga berseri-seri, karena tahu rahasia untuk masuk surga. Dan ternyata hal itu adalah sesuatu yang sederhana. Yang berat adalah melakukannya. Hehehe. Semoga saya mendapat kekuatan dan petunjuk dari Allah, untuk tidak selalu iri hati dan tidak melakukan perbuatan keji. Amin. [Referensi: kitab Faidh An Nubuwah] [PURI, 25/10/2012 siang]

~~~
Kubah adalah Kuliah Bekal Hidup. Maksud tulisan di serial Kubah ini agar kita mendapat hikmah dari artikel yang saya tulis supaya dapat hidup bahagia di dunia dan mulia di akhirat. Artikel lain bisa Anda baca di serial ‘Kuliah Bekal Hidup, http://www.enerlife.web.id/category/kubah/’ lainnya.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik tentang TI, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: