Kubah [9]: Mencarikan Pendidikan Terbaik Bagi Anak

Home / Artikel / Kuliah Bekal Hidup / Kubah [9]: Mencarikan Pendidikan Terbaik Bagi Anak

(ref: sxc.hu)
(ref: sxc.hu)
Pada suatu hari, Nabi Muhammad beserta para sahabat berjalan melewati sebuah kuburan. Sesaat setelah memasuki kuburan, tiba-tiba Nabi Muhammad mempercepat langkahnya. Hampir seperti lari. Sahabat-sahabat yang sebelumnya mnegikutinya dengan santai, jadinya juga ikutan berjalan cepat. Seperti tergesa-gesa.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saat ini awal tahun. Biasanya beberapa sekolah swasta, khususnya yang favorit, mulai membuka pendaftaran siswa. Bila sudah memenuhi kuota, sekolah ini sudah menutup penerimaan siswa meski tahun ajaran baru masih lama. Karena itu bila anak Anda tahun ini mulai memasuki jenjang sekolah baru, SD/SMP/SMA, saatnya sekarang untuk membuka mata dan telinga lebar-lebar mencari informasi sekolah. Kalau tidak, Anda harus siap-siap gigit jari karena sekolah incaran Anda sudah tidak bersedia menerima anak Anda sebagai siswanya.

Mengapa Anda harus memperhatikan pendidikan anak Anda?

Selain tentu saja berhubungan dengan masa depan anak Anda, hal itu juga berhungan dengan masa depan Anda juga. Lho? Ya, bahkan masa depan yang sangat depaannnnn… Hehehe. Artinya masa depan Anda sampai Anda meninggal dunia dan terus sampai dunia akhirat.

Lho kok sampai begitunya? Ya, akan saya ceritakan sebuah cerita.

Pada suatu hari, Nabi Muhammad beserta para sahabat berjalan melewati sebuah kuburan. Sesaat setelah memasuki kuburan, tiba-tiba Nabi Muhammad mempercepat langkahnya. Hampir seperti lari. Sahabat-sahabat yang sebelumnya mengikutinya dengan santai, jadinya juga ikutan berjalan cepat. Seperti tergesa-gesa.

Aneh, kareha sebelum memasuki kuburan, Nabi Muhammad berjalan normal. Dan tambah heran para sahabat, setelah melewati kuburan Nabi Muhammad berjalan normal lagi. Melihat hal ini, para sahabat bertanya mengapa Nabi Muhammad berlaku demikian.

Nabi Muhammad menjawab bahwa dia mendengar ada jeritan kesakitan dari si Fulan bin Fulan yang sedang disiksa para malaikat di dalam kubur. Dia karena perilakunya yang buruk di dunia mengakibatkan dia harus disiksa di alam kubur. Nabi Muhammad tidak tahan dengan suara jeritan kesakitan ini, maka dia mempercepat langkahnya untuk segera meninggalkan kuburan.

Lama berselang Nabi Muhammad dan para sahabat berjalan lagi melewati kuburan yang sama. Para sahabat yang mengingat kejadian beberapa waktu dulu, sudah bersiap untuk berjalan cepat. Namun alih-alih Nabi Muhammad mempercepat langkahnya, tapi malah memperlambat langkahnya.

Tentu saja para sahabat heran. Bagaimana mungkin kejadian yang sama, melewati kuburan yang sama, tindakan yang diambil berbeda. Setelah melewati kuburan, para sahabat bertanya tentang hal ini.

Nabi Muhammad menjawab, “Si Fulan bin Fulan tidak disiksa lagi.” “Bagaimana mungkin? Bukankah perilakunya di dunia begitu buruk?” tanya para sahabat. “Betul,” jawab Nabi Muhammad. “Namun sebelum meninggal dunia, dia meninggalkan istri yang sedang mengandung. Setelah anaknya lahir dan besar, anaknya diajari tentang Bismillah. Dan Tuhan telah memerintahkan malaikat menghentikan siksanya pada si Fulan bin Fulan. Dia berfirman, “Bagaimana mungkin aku menyiksa seseorang, sedangkan anaknya memuji diriku? Aku malu kalau terus menyiksanya.” Demikian firman Tuhan,” jelas Nabi Muhammad.

Tentu saja, belajar ‘Bismillah’ bisa luas pengertiannya. Bisa belajar agama. Bisa mempelajari akhlak yang benar dan terpuji. Ternyata pendidikan yang baik bagi anak bisa menghindarkan siksa kubur bagi orang tuanya. Karena itu Anda harus benar-benar memperhatikan pendidikan bagi putra-putri Anda. Jadi harus memperhatikan bagaimana lembaga pendidikan yang akan membina akhlak dan budi pekerti anak Anda.

Jangan sampai Anda menyesal setelah anak Anda menjadi dewasa dan Anda tidak merasa memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak Anda. Karena Anda asal saja mencarikan sekolah untuk anak Anda.

Bila Anda tertarik dengan pendidikan terbaik bagi anak-anak Anda, Anda bisa melanjutkan membaca artikel saya yang lain. Yakni “Perlukah Disekolahkan di Sekolah Islam Terpadu?” dan “Kelemahan Sekolah Agama Terpadu/.” [PR, 23/1/2013 pagi].

~~~
Kubah adalah Kuliah Bekal Hidup. Tulisan di serial Kubah ini mencoba mencari hikmah dari semua kejadian yang terjadi di alam. Semoga dengan hikmah ini kita dapat hidup bahagia di dunia dan mulia di akhirat. Artikel lain bisa Anda baca di serial ‘Kuliah Bekal Hidup, http://www.enerlife.web.id/category/kubah/’ lainnya.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang TI, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

-->