Kalau punya uang berlebih, rasanya ingin selalu mengikuti nafsu memiliki gadget terbaru. Tapi kalau dana terbatas perlu banyak pertimbangan. Apakah yang harus diperhatikan saat membeli ponsel/tablet?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Begitu banyak promo tentang gadget khususnya ponsel dan tablet yang bersliweran. Iklannya begitu menggoda. Hampir tiap hari kita bisa melihat iklan-iklan seperti ini di media massa.

Godaan begitu kuat, terlebih kalau ada iming-iming discount, cicilan 0%, dapat menggunakan kredit bahkan bonus. Godaan lain adalah menjadi pemilik awal sebuah gadget. Maka antri subuh-subuh, kalau perlu memasang tenda dan tidur di depan toko akan dilakukan. Hehehe.

Sepertinya kalau punya uang berlebih, rasanya ingin selalu mengikuti nafsu memiliki gadget terbaru. (Saya pernah bertemu seseorang yang memiliki hobi (hobi?) gonta-ganti gadget. Kalau ditanya, katanya ingin selalu mencoba yang baru. Tiap bulan, maksimal 3 bulan, gadgetnya akan ganti. Wiih!).

Namun kalau dana terbatas, maka perlu banyak pertimbangan saat membeli gadget. Pertimbangan apa yang perlu diperhatikan saat membeli ponsel atau tablet? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, berdasarkan pengalaman saya:

1. Sesuai Dengan Kebutuhan.
Tentukan dulu apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan Anda. Apakah itu sebagai alat komunikasi? Alat hiburan? Mendukung pekerjaan di kantor? Sebagai prestise meningkatkan citra diri? Hehehe. Dan lainnya.

Ini penting karena nantinya bila ada permasalahan terkait dengan keputusan membeli, seharusnya kembali pada pertimbangan ini. Misal: ada 2 atau lebih gadget yang sesuai dan Anda bimbang memilihnya, maka yang dipilih seharusnya yang paling banyak memenuhi tujuan dari kesesuaian kebutuhan itu.

2. Budget.
Pertimbangan penting kedua berikutnya adalah dana yang tersedia. Karena tentunya sebagai manusia, kita ingin mendapatkan yang ‘ter’. Terbaik, terbagus, terkeren dan seterusnya. Sayangnya ini berbanding lurus dengan harga. Jadi tentukan dulu dana yang disediakan. Baru mencari gadget yang sesuai dengan dana tersebut. Kalau saya pribadi, pertimbangan inilah yang pertama. Hehehe.

3. Merk global atau lokal.
Untuk ponsel atau tablet, kriteria ini perlu juga diperhatikan. Kenapa? Kalau merk global maka produk ini akan tersebar ke seluruh dunia. Kemungkinan pemakainya juga banyak orang. Sehingga memungkinkan ada orang pintar ‘di sana’ yang mau bersusah payah memperbaiki ‘kualitas’ gadgetnya.

Ini saya buktikan saat mau upgrade ponsel Sony Ericsson X8 saya. Dari pabriknya maksimal hanya Eclair (2.1). Mana tahan pakai Eclair? Apalagi Eclair secara default tidak bisa menyimpan aplikasi di memori eksternal.

Makanya setelah garansi habis, saya mau upgrade pakai custom ROM. Ini seperti OS di komputer yang dibuat oleh orang lain. Jadi bukan dari pabriknya sendiri. Maka saya bermaksud mencari versi atasnya yakni Froyo (2.2). namun ternyata di internet, tak hanya versi Froyo saja, namun juga Gingerbread. Bahkan yang versi Gingerbread sampai 50 custom ROM. Saya sampai capek coba-coba custom ROM yang tersedia.

Sebaliknya saya mencari custom ROM untuk sebuah tablet lokal. Susahnya minta ampun. Kalaupun ada, tak sempurna. Banyak bug-nya. Jadi pasrah saja dengan ROM yang secara default terpasang oleh pabriknya.

4. Garansi resmi atau BM.
Ini juga penting. Kalau garansi resmi, bila ada sesuatu dengan ponsel Anda bisa membawanya ke service centre resmi. Sedangkan kalau BM (Black Market) sebaliknya. Anda tidak dapat membawanya ke service resmi. Diterima sih, tapi dianggap seperti ponsel yang sudah habis garansinya. Anda akan dikenakan charge standar yang kemungkinan mahal.

Karena itu kalau membeli gadget pastikan ke penjualnya apakah ini barang resmi atau tidak. Anda perlu ekstra hati-hati khususnya kalau Anda membelinya secara online. Karena Anda tak bisa memastikan keaslian garansinya.

5. Service centre.
Siapa sih yang ingin ponsel/tabletnya rusak? Tak ada. Namun pengalaman saya dengan berbagai merk, hampir semua merk yang saya punya, punya permasalahan. Entah itu secara software bahkan hardware. Ini tentu bukan masalah serius kalau ada service centre resminya. Apalagi ada di kota kita sendiri. Dengan keberadaan service ini, berapapun kita ke sana tak masalah. Tak keluar uang (selama masa garansi tentunya).

6. Upgrade Software.
Sebagai gadget tak hanya memerlukan hardware yang baik, tapi juga software yang bagus. Dan seharusnya software ini selalu diupdate agar mengikuti zaman. Tak asyik kan, kalau semua sudah tampilannya sudah keren tapi punya kita masih tampilan jadul? Jadi pastikan bahwa produsen ponsel selalu mau menyediakan software terbaru.

7. Populer.
Kriteria berikutnya mungkin bisa dikesampingkan, kalau Anda kebelet dengan suatu tipe tertentu. Atau sangat yakin dengan keputusan membeli atas sebuah tipe ponsel/gadget. Tak peduli apakah dia jarang dibeli banyak orang atau tidak.

Enaknya beli gadget yang banyak dibeli orang (popuper) adalah aksesoris yang tersedia banyak. Anda beli screen protector sudah ada yang sesuai dengan tipenya, sehingga tak perlu memotongnya. Atau membeli dompetnya, sudah pas karena sesuai dengan tipenya.

Atau kalau Anda mencari theme atau software tertentu, akan begitu mudah. Karena banyak orang yang menggunakannya, sehinga relatif ada beberapa orang yang kreatif dan mau membuatkannya.

Demikian beberapa pertimbangan kalau membeli sebuah gadget. Mungkin Anda juga memiliki beberapa kriteria lain. Silakan tambahkan juga di sini. Terima kasih. [PURI, 03/07/2012 sore]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .