Rahasia Rejeki (70): Rahasia Nasib Teman Lama Kita

Home / Artikel / Rezeki / Rahasia Rejeki (70): Rahasia Nasib Teman Lama Kita

Mungkin dalam perjalanan hidupnya banyak menemui simpangan yang harus memilih jalur hidup. Sebagian bisa memilih dengan benar, dan sebagian karena sesuatu hal salah memilih.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Apa yang menarik dari Facebook?

Banyak. Tapi ada satu hal yang membuat saya tergelitik. Yakni: rahasia nasib! Bahwa tak selalu seperti ini pastinya akan ini. Atau yang itu bisa jadi dulunya ini. Apa itu?

Saya mungkin termasuk generasi yang beruntung. Dibesarkan tidak oleh internet, dan dewasa dalam internet. Mulai dari SD sampai lulus kuliah tidak mengetahui internet. Bahkan belajar komputer saat mau lulus sarjana. Itu pun hanya DOS, Word Star dan DBASE. Dengan demikian saya hanya memiliki pemahaman dan cara pikir tradisional. Tapi sekarang harus mulai membiasakan bergaya online.

Dulu setelah kita bertemu seseorang dan tak bertemu lagi, akan kehilangan kabar tentangnya. Kita tak akan mengetahui bagaimana keadaaanya sebelum bertemu lagi atau mendapat kabar, tepatnya gosip, dari teman lain.

Sekarang saat bertemu bisa saling bertukar akun Facebook. Dan setelah itu tetap bisa mengetahui kabar selengkapnya tentang dia: apa yang dilakukan, dipikirkan, dikeluhkan, yang membuat kesal, foto-foto kegiatannya, perjalanan, wisata bahkan makan siangnya!

Kembali ke keberuntungan saya tentang internet itu. Setelah lulus SD, SMP, SMA bahkan kuliah, kebanyakan teman-teman itu tak pernah kita temui lagi. Ironis memang. Padahal saat sekolah kita bisa setiap saat bareng, apalagi yang temannya sebangku. Memang beberapa teman sekolah di jenjang sebelumnya jadi teman di kenjang setelahnya. Misal: beberapa teman SD masih teman SMP kita dan seterusnya.

Kini dengan Facebook, teman-teman lama itu bisa kita temui lagi. Kalau saya kebanyakan teman-teman SMP dan SMA. Sebagian beberapa teman yang ditemui kembali itu adalah teman-teman yang memang bikin penasaran kita bagaimana nasibnya sekarang. Mereka itu bisa pesaing kita, yang menolak cinta kita, primadona sekolah, cowok idola, ketua OSIS, yang selalu ranking, peraih banyak prestasi, yang aktif organisasi dan lainnya.

Ada beberapa teman yang memang bernasib baik, persis yang kita bayangkan dulu sewaktu sekolah. Misal: dia selalu ranking, maka kita akan menebak dia akan sukses di masa dewasanya. Ternyata memang benar. Tapi banyak juga yang tak seperti itu.

Sebaliknya kita kaget bagaimana dia bisa sesukses itu dulu, padahal dia di sekolah dulu biasa-biasa saja. Bahkan saking biasanya, setelah dewasa kita lupa-lupa ingat bagaimana dia sekolahnya dulu. Mereka dulu yang pendiam dan tak menonjol itu sekarang memagang jabatan direktur, berwirausaha bahkan jadi motivator!

Lalu bagaimana nasib para primadona, yakni teman-teman cewek yang karena kecantikannya menjadi impian semua siswa di sekolah. Dulu mereka berharap menjadi pacarnya bahkan istrinya kelak! Tapi mungkin mereka perlu mengganti impiannya itu, karena setelah jadi teman di Facebook para primadona itu tak secantik yang kita bayangka dulu. Bahkan banyak yang gemuk dan tak menarik lagi.

Ironisnya ada beberapa teman kita yang sekarang menjadi cantik. Padahal dulu biasa saja. Bahkan kita harus mengingat-ngingat dengan keras yang mana dia dulu sebenarnya. Dan kenapa kita tak mengetahui sejak dulu (dengan nada menyesal).

Bagaimana dengan cowok idola? Yakni siswa pria yang memiliki ketampanan, body atletis, berprestasi dalam olah raga dan aktif berorganisasi? Kebanyakan memang persis yang kita bayangkan saat sekolah dulu. Tapi sisanya meleset dari perkiraan kita.

Bagaimana dengan nasib-nasib teman kita yang memiliki karakteristik unik lain? Misal teman kita yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Mereka dulu adalah aktivis yang bisa saja berbeda kegiatannya dengan kebanyakan kita yang masih labil dan remaja ini. Kebanyakan memang tetap konsisten persis seperti mudanya. Yang alim dan militan, sampai sekarang masih juga militan dan alim. Tapi ada juga yang berbeda. Saking bedanya, bagi beberapa teman yang seaktivis dan tetap konsisten, tak hanya tak percaya tapi bertanya-tanya bagaimana bisa?

Melalui Facebook ini bagaimana kita dapat mengetahui sebuah perjalanan nasib seorang manusia. Seseorang yang dulu mungkin kita kenal baik. Bahkan sangat baik. Lalu berpisah beberapa waktu, ternyata nasibnya beraneka.

Kita memang sebagian tak mengetahui bagaimana proses perjalanan dari saat kita berpisah dan mengetahui nasibnya kita melalui Facebook. Kita tak tahu mungkin ada sebuah takdir, rejeki, perjuangan kerasnya, belajarnya siang malam, usaha gigihnya, bertemu dengan seseorang, pengasuhan keluarga pendidikan dan lainnya yang bisa saja mengubah nasibnya.

Mungkin dalam perjalanan hidupnya banyak menemui simpangan yang harus memilih jalur hidup. Sebagian bisa memilih dengan benar, dan sebagian karena sesuatu hal salah memilih.

Hidup adalah pilihan. Karenanya seharusnya bijak dalam memilih. Cermat dan berpikir sebelum bertindak. Pilihan yang diambil ini sedikit banyak akan mempengaruhi jalan hidupnya.

Masa depan adalah misteri. Tak seorang pun tahu bagaimana masa depan. Bahkan sebenarnya kita tahu apa jadinya bila zat A dicampur dengan zat B sebelum dicampur.

Yang kita lakukan adalah selalu meminta nasehat dari orang yang berpengalaman, selalu rendah hati untuk belajar, berusaha mencapai terbaik. Sisanya kita serahkan pada yang memiliki hidup. Kita mintakan nasib baik yang penuh dengan rejeki. [TSA, 06/02/2012 dini hari]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

-->