Rahasia Rezeki (92): Rezeki Dari Keluarga Yang Lemah

Home / Artikel / Kesehatan / Rahasia Rezeki (92): Rezeki Dari Keluarga Yang Lemah

Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur. Dan ini bertahun-tahun.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Leni adalah seorang kepala laboratorium sebuah rumah sakit swasta di Surabaya. Saya mengenalnya sebagai orang tua dari murid les privat saya. Sewaktu kuliah saya memang mengajar privat untuk membiayai kuliah saya. Rumahnya berada di perumahan menengah atas di Surabaya Timur. Rumahnya adalah dua rumah yang berdempetan yang dijadikan satu. Jadi cukup luas.

Yang dijadikan sebagai rumah utama adalah rumah yang sebelah kanan dilihat dari depan. Jadi kalau mau bertamu, ketuk pintu gerbang yang sebelah kanan.

Bagaimana kalau salah masuk ke rumah yang ada di sebelah kiri?

Kalau misal berhasil masuk ke rumah yang sebelah kiri, maka akan memasuki kamar tamu yang cukup aneh. Bukan kamar tamu kebanyakan. Tapi seperti suasana rumah sakit. Tampak ranjang pasien seperti kita lihat di rumah sakit. Juga tabung oksigen, peralatan medis, peralatan medis elektronik, penunjang infus dan lainnya.

Berbaring di atas ranjang pasien tersebut seorang bapak yang tampak tertidur. Di hidungnya ada slang untuk memasukkan oksigen. Dia menggunakan kaos oblong dan bersarung. Meski begitu, badannya tampak bersih.

Ya, dia adalah suami dari ibu Leni tadi. Bapak ini mengalami stroke yang cukup parah. Hampir keseluruhan badan sudah tidak dapat digerakkan, termasuk kelopak matanya. Jadi yang tampak keseharian adalah seperti tidur.

Dulu dia dirawat di rumah sakit. Mungkin karena tak ada harapan untuk sembuh dan mungkin lebih menghemat biaya, maka dipindah ke rumah. Namun meski di rumah, fasilitasnya sama dengan rumah sakit. Termasuk seorang perawat yang menunggui dan merawatnya.

Meski terlihat seperti tidur dan tak bisa berkomunikasi lagi, bu Leni menganggapnya sebagai orang yang sehat. Seperti mengajaknya bercakap-cakap, menyetelkan radio di sampingnya dan selalu memberikan semua kabar padanya. Bahkan sebelum pamit bekerja, dia juga pamit dan mencium suaminya ini.

Selama saya mengajar di sana, saya tak pernah menyinggung masalah ini. Meski banyak pertanyaan di benak saya, saya sungkan menanyakannya. Paling-paling saya tanyakan ke anaknya yang jadi murid saya. Tapi jawabannya tak cukup memuaskan. Bahkan sepertinya tak mau diajak bercakap tentang hal ini. Makanya saya tak memaksa melanjutkan percakapan ini.

Akhirnya murid saya lulus, dan saya berhenti mengajar di sana. Dan saya tak berkunjung ke sana lagi. Sehingga saya tak tahu bagaimana kabar Bapak tersebut.

Cukup lama saya berpisah dengan keluarga ini. Mungkin sudah belasan tahun, bahkan saya juga sudah lulus kuliah. Lalu bekerja dan menikah.

Maka pada suatu hari raya, saya ajak istri saya ke sana. Alhamdulillah, ternyata bu Leni ada, meski anaknya yang jadi murid saya tak ada. Dia lagi silaturahmi ke keluarga lain.

Setelah ngobrol-ngobrol, saya menanyakan kabar suaminya. Ternyata setelah saya berhenti mengajar di sana, 2 tahun kemudian dia meninggal dunia. Jadi hampir selama 7 tahun dia tergolek di ranjang mengalami stroke.

Karenanya sepertinya dia terbuka untuk diajak bercakap tentang ini, selain itu saya sudah tak sungkan lagi karena bukan sebagai pengajar di sana, saya beranikan mengeluarkan pertanyaan yang sudah lama tertimbun di benak saya. Saya tanyakan mengapa masih ‘ngotot’ merawat sendiri di rumah?

Dia menghela napas. Cukup lama dia berpikir. Mungkin menimbang jawaban yang tepat untuk saya. [TSA, 19/04/2012 subuh]


[dipotong]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rezeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di http://enerlife.web.id/category/rejeki/. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun hanya setiap kelipatan seri 5 yang ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rezeki’ ini.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

-->