Dihitung-hitung kalau sebulan paket data sudah Rp 35.000, belum pulsa untuk telpon dan SMSnya. Anggap saja sebulan Rp 25.000, maka sebulan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 60.000. Bila di rumah ada 3 ponsel pintar maka pengeluaran sebesar Rp 180.000. Cukup besar juga!

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saat ini hal yang jamak kalau seseorang memiliki ponsel pintar (smartphone). Kalau dulu adalah barang mewah, sehingga tidak semua orang memilikinya. Namun sejak adanya OS Android, harga ponsel pintar sama murahnya dengan ponsel biasa (feature phone). Dengan harga Rp 500.000 contohnya sudah dapat memiliki ponsel pintar dengan lebar layar 4 inch.

Lalu apa bedanya kalau menggunakan ponsel pintar?

Dengan ponsel pintar, kita bisa mengurang atau menambah aplikasi di ponsel kita. Apalagi dengan dukungan memori eksternal, sehingga batasannya hanya memori. Salah satu yang sering diinstall alias aplikasi wajib adalah Facebook, BBM dan WhatsApp.

Facebook adalah aplikasi sosial media, bisa menambah teman atau bertemu lagi dengan teman lama. Sedang BBM dan WhatsApp adalah aplikasi messaging, bertukar pesan seperti SMS. Namun bisa mengirim file, gambar, video dan lainnya. Sayangnya mereka mengharuskan adanya koneksi internet.

Dulu saat di rumah hanya saya sendiri yang bawa ponsel pintar, saya tidak bingung dengan hal ini. Karena saat di kantor ada wifi berisi internet yang bisa saya pakai. Sehingga saat di kantor, saya bisa menggunakan Facebook, BBM dan WhatsAppa sepuasnya.

Namun saat dirasa pentingnya selalu terkoneksi internet, maka saya beli paket data. Operator saya adalah Axis. Waktu itu paket yang saya pakai adalah paket unlimited 1,5 GB selama sebulan seharga Rp 35.000. Masih ekonomis.

Demikian saat istri memiliki ponsel pintar, dia juga membeli paket data. Namun saat anak saya yang barusan duduk di bangku SMP memiliki ponsel pintar, saya berpikir perlukah juga dibelikan paket data?

Dihitung-hitung kalau sebulan paket data sudah Rp 35.000, belum pulsa untuk telpon dan SMSnya. Anggap saja sebulan Rp 25.000, maka sebulan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 60.000. Bila di rumah ada 3 ponsel pintar maka pengeluaran sebesar Rp 180.000. Cukup besar juga!

Padahal sebenarnya sebagian waktu kita ada di kantor dan sekolah, kebetulan istri saya juga kerja. Demikian juga di sekolah anak saya juga ada free wifi. Maka sebenarnya yang dibutuhkan hanya free wifi di rumah. Sedangkan waktu perjalanan antara rumah – kantor pp, anggap saja tidak sempat menggunakannya.

Maka saya berpikir bagaimana melakukan penghematan atau efisiensi penggunaan data internet di rumah? Atau secara sederhana membuat free wifi seperti di kantor/sekolah? Bagaimana membuat sebuah hotspot di rumah?

Akhirnya setelah riset di internet, saya mendapat jalan. Saya membuat hotspot menggunakan komputer. Saya install aplikasi ‘Connectify’. Sebelumnya saya sudah memiliki modem GSM. Maka setiba di rumah, saya nyalakan laptop dan lepaskan SIM card dip ponsel saya untuk dimasukkan ke modem. Setelah itu saya tancapkan ke laptop dan melakukan koneksi internet. Bila tersambung, saya jalankan aplikasi ‘Connectify’.

Whuzz….! Maka tercipta hotspot di rumah. Maka seisi rumah bisa memiliki koneksi internet. Bila demikian cukup 1 nomor yang berlangganan data internet. Istri dan anak tidak perlu, karena kalau di rumah/kantor bisa pakai hotspot kantor/sekolah. Sedangkan di rumah sudah ada hotspot yang saya bikin lewat laptop.

Terpecahkan masalahnya. Dengan begini saya tidak egois dengan koneksi internet yang saya miliki. Murah, dan terkontrol pengeluaran alias tidak berlebihan mengeluarkan uang hanya untuk kebutuhan sekunder ini.

Hehehe… betul. Ini hanya cara orang miskin, karena berpikir cara menghemat. Kalau kaya, ya berlangganan paket data atau berlangganan internet di rumah seperti pakai Speedy atau Fast Net. Beres!

Tapi saya berpikir prioritas saja. Facebook, BBM atau WhatsApp memang penting, tapi harusnya tidak mengeluarkan banyak dana. Dana bisa digunakan hal lain, misal: saya suka membelikan buku buat saya dan anak-anak. Ini lebih berguna. Toh dengan cara bikin hotspot ini, tetap tersambung hampir sepanjang waktu ponsel kita dengan Facebook, BBM atau WhatsApp.

Memang ini kurang praktis. Tapi sementara ini sudah memecahkan masalah. Sampai kemudian saya menemukan sebuah solusi… Tunggu di artikel selanjutnya. [TSA, 22/1/15 pagi].

~~~
Serial tulisan “Wireless Router 3G” ini menceritakan tentang apa itu wireless router 3G, manfaat dan aplikasinya di lapangan. Tunggu kelanjutan serial tulisan ini di http://www.techknow.web.id.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah penyuka teknologi. Gemar membaca dan menulis. Waktu senggangnya dipakai menonton film. Hehehe. Anda dapat menemuinya di http://www.facebook.com/mcd.yusuf atau PIN BBM: 7DDB9A34.

2 total views, 2 views today

1 thought on “Wireless Router 3G [2]: Egois Menggunakan Internet Sendiri

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul ” Wireless Router 3G [2]: Egois Menggunakan Internet Sendiri “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *