6 Cara Wanita Meningkatkan Permintaan Gajinya

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / 6 Cara Wanita Meningkatkan Permintaan Gajinya

person-801829_1920_300Anita (35 tahun, nama samaran) termangu setelah mengetahui rekan seprofesinya memiliki bayaran yang lebih tinggi dalam perjumpaan di sebuah seminar. Dia mengingat hal ini terjadi karena kesalahannya saat negosiasi awal mengenai gaji pertamanya.

Dia lalai mencari tahu berapa standar gaji seorang supervisor pergudangan di sebuah perusahaan distributor consumer goods. Sebuah kesalahan yang ternyata mempengaruhi kariernya pada tahun-tahun selanjutnya. Kesalahan yang dilakukan tidak hanya oleh Anita tapi banyak wanita lainnya.

“Pada tahap tertentu (tidak dilakukannya negosiasi) telah membatasi jumlah penghasilan saya sekarang,” ujar Anita. “Waktu itu saya tidak berani meminta gaji lebih besar. Padahal saya tahu saya layak mendapatkan lebih.”

Kesalahan yang tidak disadari ini, menurut Lois Franker, PhD, presiden Corporate Coaching International dan penulis Nice Girls Don’t Get The Corner Office, dapat merugikan wanita dalam kariernya. Kaum wanita beralasan mereka cenderung untuk mengalah. Karena kaum wanita menganggap dunia kerja sebagai keluarga. Sehingga mereka kurang nyaman untuk mempromosikan keinginan diri mereka yang bisa saja menurut mereka merugikan orang lain.

Wanita juga takut diangap serakah bila menuntut gaji lebih tinggi, karenanya wanita bersedia menerima gaji lebih rendah daripada pria. Menurut hasil riset Lisa Barron dari University of California, Irvine, bahwa wanita kurang nyaman mensejajarkan jumlah penghasilan dengan kelayakan diri mereka.

Lalu bagaimana memperbaiki kesalahan seperti dilakukan oleh Anita ini? Berikut ada 6 hal yang bisa menaikkan ‘harga jual’ khususnya untuk Anda seorang wanita:

  1. Menegosiasi ulang
    Masih banyak perusahaan yang ternyata menetapkan standar ganda untuk pria dan wanita. Bila Anda sudah mengetahui standar gaji untuk posisi Anda, cobalah untuk bernegosiasi kembali dengan atasan (atau staf SDM yang ikut mewancarai Anda dulu).Jika Anda tidak mendapatkan gaji pertama yang fair (sesuai standar), Anda akan kehilangan sekian rupiah yang bisa didapatkan sebelum pensiun. Hal ini dikatakan oleh Linda Babcock dan Sara Laschever, dua ekonom dari Carnegie Mellon University yang menulis buku Women Don’t Ask: Negotiating And The Gender Divide.
  2. Bicara pertama saat meeting
    Wanita berbicara 200.000 kata dalam sehari. Ini 3 kali lipat lebih banyak daripada pria. Namun mendadak mereka jadi pendiam saat mengikuti rapat. Ini yang tidak betul. Harusnya pegawai wanita juga harus aktif dalam setiap rapat. Menurut Lois Frankel, PhD, seorang pelatih karier dan penulis buku-buku untuk wanita karier, 2 atau 3 orang pertama yang berbicara saat meeting akan dianggap sebagai orang yang percaya diri dan asertif. Jadi jadikan diri Anda termasuk pertama yang bicara dalam meeting.
  3. Aktif namun efisien saat meeting
    Setelah mulai berani untuk pertama berbicara dalam rapat, selanjutnya mempertahankan keaktifan dalam rapat tersebut. Namun cobalah untuk fokus pada hal yang mau disampaikan saja. Jangan kemana-mana. Karena wanita cenderung suka bicara panjang lebar, yang akhirnya malah membuatnya lupa untuk menyampaikan yang jadi inti pesannya.
  4. Mengasah jiwa kepemimpinan
    Yang membuat sesorang naik pendapatannya karena naik jabatannya. Untuk naik berarti nantinya akan memiliki anak buah, karena itu perlu ketrampilan kepemimpinan. Jadi Anda harus menunjukkan memiliki kemampuan memimpin, sehingga Anda layak untuk dipromosikan yang otomatis gaji Anda dinaikkan.
  5. Berani mengatakan ‘tidak’ saat memang tidak mampu
    Atasan Anda mungkin akan memberikan tugas berat kepada Anda. Bila memang Anda tidak mampu melakukannya dalam target waktu yang ditetapkan atau Anda merasa tidak nyaman melakukannya, Anda dapat mengatakan tidak. Ini mungkin kurang pantas atau merugikan diri Anda sendiri. Tapi daripada nanti Anda terlihat gagal, Anda bisa menyampaikan keberatannya. Tapi tentu saja Anda harus menyampaikan dengan kalimat ‘alternatif’. Sehingga ‘tidak’ bukanlah kata terakhir yang diingat oleh atasan Anda. Dengan demikian pekerjaan yang Anda jalani tetap aman di tangan Anda.
  6. Mengontrol emosi
    Ketika merasa terdesak, namun tidak mampu membela diri, wanita cenderung akan menangis untuk meluapkan perasaannya. Namun jangan Anda lakukan di kantor. Melakukan hal ini apalagi di hadapan rekan kerja dan atasan, akan dapat merusak reputasi dan karier Anda. Anda dianggap tidak mampu mengendalikan emosi, lemah dan tidak dewasa. Promosi jabatan bisa melayang menjauhi Anda. *(my/20160331)

2 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: