Bagaimana Cara Upgrade OS Android HP Kita

Home / Artikel / TI (Teknologi Informasi) / Aplikasi / Bagaimana Cara Upgrade OS Android HP Kita

(ref: gsmarena.com)
(ref: gsmarena.com)
Terakhir saya otak-atik ponsel anak saya, Smartfren Andromax C, yang sebenarnya versinya sudah tinggi, 4.0 (bahkan yang terakhir dijual sudah Jellybean). Tapi saya tidak puas dengan kinerjanya yang lamban. Kemungkinan karena banyak aplikasi bawaan yang menurut saya tidak berguna alias iklan. Hehehe. Tampilannya juga standar. Maka saya gonta-ganti dengan custom ROM yang kinerjanya lebih kencang dan tampilannya lebih menarik.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Godaan terbesar bagi pengguna ponsel bersistem operasi (OS) Android adalah mengganti OS dengan yang lain. Entah itu untuk peningkatan versi baru dari pabrikan (resmi), masih versi sama namun dengan buatan pihak ketiga atau meningkatkan ke versi baru dari pihak ketiga.

Kalau melakukan peningkatan versi baru resmi dari pabrik (official), tidak ada masalah melakukannya. Tidak masalah saat cara melakukan, tidak ada bug, fitur yang tetap dan tampilan (User Interface/UI) yang masih sama. Pasti sama dan langsung ngacir kalau melakukan peningkatan versi official.

Namun kalau tidak resmi dari pabriknya, maka biasanya ada beberapa masalah. Seperti cara melakukan perubahan yang agak rumit, masih ada bug; sedikit banyaknya tergantung OS-nya, fitur asli dari pabrikan yang hilang, bahkan tampilan yang berbeda.

Namun kadang memang mau tidak mau kita harus menggunakan OS pihak ketiga (yang sering dinamakan sebagai custom ROM). Ini karena memang dari pabriknya mentok di versi yang jauh bedanya dengan versi paling baru dari Googke. Atau karena merasa kurang puas dengan kinerja, tampila atau fitur.

Contoh dengan ponsel Sony Ericsson X8 yang pernah saya miliki. Keluar dari toko, aslinya hanya versi 1.6 (Donut). Untungnya dari pabriknya menyediakan upgrade 1 level di atasnya, yakni 2.1 (Eclair). Tentu gemas juga kalau versi-versi selanjutnya dirilis (paling baru ICS), tapi dari pabriknya tidak keluar juga updatenya. Maka saya lakukan upgrade dari custom ROM. Terakhir saya upgrade menjadi versi 2.3 (Gingerbread). Lumayan… Hehehe.

Demikian juga tablet saya yang sekarang saya pegang ini, Huawei Ideos S7 Slim. Mentok dari pabrik hanya di 2.2 (Froyo). Lalu saya upgrade ke ICS (4.)). Dan sekarang sudah Jellybean (4.2). Menunggu KitKat (4.4). Wuiih… melompat sekali naiknya. Asyiik. Hehehe.

Terakhir saya otak-atik ponsel anak saya, Smartfren Andromax C, yang sebenarnya versinya sudah tinggi, 4.0 (bahkan yang terakhir dijual sudah Jellybean). Tapi saya tidak puas dengan kinerjanya yang lamban. Kemungkinan karena banyak aplikasi bawaan yang menurut saya tidak berguna alias iklan. Hehehe. Tampilannya juga standar. Maka saya gonta-ganti dengan custom ROM yang kinerjanya lebih kencang dan tampilannya lebih menarik.

Lalu bagaimana sebenarnya cara mengganti OSnya? Atau istilah umum untuk kegiatan ini adalah ‘upgrade’ (kalau mau naik versi Androidnya) atau ‘flash’ kalau versinya sama namun menggunakan custom ROM. Atau cukup dengan istilah ‘flash’. Yang artinya ganti OS.

Cukup mudah kok. Anda hanya melakukan 3 hal. Di mana 2 hal itu sebenarnya sangat mudah. Oke, langsung saja.

1. Root ponsel Anda.
Root adalah istilah di linux yang menunjuk pada user yang bisa segalanya. Kalau di Windows bisa disamakan dengan user yang yang memiliki previleges ‘administrator’. Artinya kalau tidak sebagai root, sistem tidak mengizinkan untuk mengakses beberapa sistem. Ini untuk keamanan. Persis seperti Windows. Namun lebih rumit sebenarnya karena juga ada batasan akses folder dan file.

Untuk membuat root di ponsel Anda, pada dasarnya tiap ponsel bisa berbeda caranya. Namun cara paling mudah adalah menginstall ‘SuperOneClick’. Ini diinstall di komputer. Lalu dengan kabel data, ponsel dihubungkan ke komputer. Dari aplikasi ‘SuperOneClick’, tinggal klik pada button ‘Root’. Maka ponsel sudah di-root. Namun seperti saya katakan tidak semua ponsel sama, termasuk juga dengan ‘SuperOneClick’ ini. Karena tidak semua bisa di-root dengan ‘SuperOneClick’.

Bagaimana mengecknya kalau sudah berhasil di-root? Cara paling mudah adalah mencari icon di drawer (daftar aplikasi) aplikasi ‘SU’ atau ‘Superuser’. Bila ada, maka ponsel Anda sudah di-root.

Cara lain dengan menginstall aplikasi yang butuh akses root seperti Titanium Backup. Bila Anda gagal menjalankan aplikasi Titanium Backup yang dikatakan tidak punya akses root, maka ponsel Anda belum di-root. Demikian sebaliknya.

2. Install CWM.
CWM ini singkatan dari ClockWorkMod. CWM ini saya analogikan kalau di komputer seperti BIOS. Kalau kita jalankan komputer, awalnya keluar BIOS yang berisi cek kondisi hardisk, setelah itu komputer akan menjalankan OS-nya.

Hampir sama dengan ini. Kalau kita jalankan ponsel pertama, kita bisa hentikan untuk masuk ke CWM-nya. Biasanya untuk masuk ke CWM dengan menekan kombinasi tombol Power dan Volume.

Defaultnya tiap ponsel tidak memiliki CWM. Cuma saya lihat ponsel-ponsel merk lokal dan Cina sudah dilengkapi CWM, meski dengan versi standar. Untuk itu kita harus mengisntallnya. Cara mengisntallnya bisa berlainan caranya antara ponselsatu dengan lainnya.

3. Flash dengan CWM.
Kalau Anda sudah berhasil install CWM, saatnya mencari custom ROM. Biasanya semakin populer tipe ponsel maka semakin banyak custom ROMnya.

Contoh X8 saya yang pernah saya hitung ada lebih dari 50 custom ROM. Sampai bingung mau pakai yang mana, akhirnya saya coba satu per satu. Sehingga sehari bisa ganti 4 custom ROM. Sebaliknya dengan S7 Slim saya yang hanya punya 3 versi custom ROM. Menyedihkan kan.

Lalu mana custom ROM yang sesuai dengan ponsel Anda? Ini masalah selera. Jadi jangan tanya ke orang lain. Tambah bingung karena jawabannya bisa berbeda bahkan berseberangan. Jadi lebih baik coba sendiri, kalau cocok pakai. Kalau tidak, buang. Hehehe.

Setelah Anda memiliki file custom ROM, Anda bisa mengopikan ke SD card atau internal memori ponsel Anda. Lebih baik letakkan di posisi di paling atas (root). Setelah itu masuk ke CWM. Dari situ Anda ‘wipe data/factory rest’, ‘wipe cache partition’, ‘wipe dalvik cache’.

Setelah itu ‘install zip from sdcard’. Pilih file custom ROM dan pilih yes. Tunggu beberapa saat sampai proses selesai. Setelah itu piih ‘reboot’ dan tunggu sampai ponsel siap dipakai. Biasanya saat pertama setelah flash, Anda akan ditanyakan pertanyaan khas seperti pertama kali membeli ponsel. Seperti setting waktu, setting akun Google dan lainnya. Setelah itu… selamat! Ponsel Anda sudah baru OS-nya.

Mudah kan? Cuma harus diperhatikan, kadang custom ROM sudah memasukan aplikasi Google tapi ada yang tidak. Kalau tidak, Anda bisa mencari aplikasi ‘Google Aplication’ (gapps). Atau kalau nggak mau repot, cari file apk Google Play. Dari situ Anda, bisa unduh aplikasi Google lainnya.

Oke, selamat mencoba. Hati-hati, karena ponsel Anda bisa rusak. Dan mau tidak mau Anda harus membanya ke service centre. Karena itu ada baiknya Anda masuk ke komunitas pengguna tipe ponsel Anda. Anda bisa mencarinya di XDA-developer, http://kaskus.co.id”>Kaskus atau Facebook group. Di sana Anda bisa bertanya-tanya yang terkait dengan ponsel Anda.

Happy hunting custom ROM! [SUMA, 11/10/2013]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang ‘online communication’, pembicara publik tentang IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf.

10 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: