Contact us now
+6289-774455-70

Belajar Dari Kisah Hidup Orang Lain [1]: Rugi atau Untung Baca Buku Biografi?

(ref: wikipedia.org)

(ref: wikipedia.org)

Beberapa hari lalu di sebuah toko buku, saya temukan sebuah buku yang ingin saya baca. Buku yang berisi tulisan/cerita orang-orang terkenal tentang mantan wapres Jusuf Kalla. Saya sudah membaca sinopsisnya di sebuah media massa. Namun beberapa kali ke toko buku, tak terlihat. Lha di toko buku malah dijual obral.

Lama menimang. Membeli atau tidak ya?

Saya buka beberapa halaman, dan sempat membaca beberapa bab. Bagus. Tapi, saya takut saya hanya menjadikan sebagai koleksi saja. Membeli, membacanya sekali dan langsung menyimpannya. Tidak berniat untuk membacanya lagi. Kalau seperti ini, rasanya rugi mengeluarkan uang untuk hal seperti ini. Saya memang tidak biasa membeli buku biografi.

Rugi?

Tidak sebenarnya. Kalau diukur dari ukuran saya, mungkin rugi. Tapi dari rahasia dan pengalaman yang dishare pasti sangat berguna bagi saya. Karena itu sebenarnya saya suka membaca buku biografi. Tapi memang tidak membeli. Hanya meminjam.

Hanya 1 buku biografi yang saya miliki. Itu pun lama setelah saya membacanya, baru membelinya. Membacanya waktu di SMP, membelinya baru setelah memiliki anak 2. Buku itu berjudul 100 tokohnya Michael H. Hart.

Mengapa saya merasa tidak rugi membaca biografi seseorang?

Karena dengan membaca buku biografi seseorang, kita bisa mengetahui bagaimana pembentukan dirinya mulai sejak kecil. Lalu bagaimana pendidikan yang dilakukan orang tuanya padanya sejak kecil. Lalu bagaimana dia menempuh pendidikannya. Juga bagaimana kesulitan, tantangan dan rintangan yang dihadapinya. Sehingga, ini yang penting, bagaimana dia mengatasi itu semua.

Karena saya yakin, semua orang termasuk saya pasti mengalami hal yang sama dalam menempuh kehidupannya. Namun dia tetap bisa meraih sukses. Maka kita harus tahu apa rahasinya itu. Tentu kita tidak bisa bertemu dan menanyakannya padanya. Dengan membacanya, kita jadi tahu kunci/rahasianya.

Ini seperti dialog yang pernah saya lakukan dengan Zidan, anak saya.

Saat pembagian raport, ketahuan kalau Zidan tidak bisa meraih predikat terbaik di kelas. Waktu saya tanyakan ke dia, kenapa nggak bisa terbaik. Dia menjawab dengan berbagai alasan yang masuk akal.

Saya hanya menjawab, “Saya kira dia dan teman-temanmu sekelas lainnya juga mengalami masalah seperti itu. Tapi kenapa dia bisa berhasil? Itu yang harusnya kamu tahu. Kamu sebaiknya datang ke rumahnya dan menanyakan rahasianya.”

Ya, membaca sebuah biografi kita dengan mudah mengetahui rahasia suksesnya tanpa perlu berkunjung padanya.

Bagaimana menurut Anda?

2 Comments - Leave a Comment
  • asty -

    Kalau saya justru senang sekali dgn biografi Pak. Jika memang berbobot, kadang menguras uang saku pun jadi.. Hehehe.. Bahkan kebiasaan ini sudah dari SMU sampai saya punya pendapatan sendiri.

  • Leave a Reply