Cara Mengundurkan Diri Yang Baik

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Cara Mengundurkan Diri Yang Baik

Pepatah bilang, “Datang tampak muka, pulang tampak punggung.” Demikian juga saat Anda harus meninggalkan perusahaan untuk berkarier di perusahaan lain. Saat Anda datang, Anda memperkenalkan diri, harusnya saat keluar juga harus berpamitan.

Apapun alasan Anda keluar dari perusahaan, harusnya Anda keluar dengan baik-baik. Hubungan dengan teman dan atasan harus tetap terjaga dengan baik. Anda tidak tahu masa depan, yang bisa saja Anda mungkin harus kembali lagi di perusahaan lama.

Bila Anda keluarnya dengan baik-baik, maka tidak masalah nantinya bila bertemu dengan teman atau atasan, bahkan berkunjung ke perusahaan lama.

Lalu bagaimana cara mengundurkan diri yang baik? 

Yang harus dilakukan:

  1. Ketahui aturan perusahaan
    Setiap perusahaan memiliki aturan sendiri untuk masalah resigned, pengunduran diri ini. Seperti pengajuan lewat surat terlebih dahulu, jeda maksimal antara pengajuan dan waktunya keluar dari perusahaan.
  2. Utarakan secara langsung
    Sebaiknya pengajuan diri disampaikan secara langsung ke atasan/pemilik perusahaan. Jangan hanya dikirim via surat, sms. email atau malah chatting. Keluar dari perusahaan adalah hal yang penting, yang tidak bisa hanya disampaikan secara tidak langsung.
  3. Hati-hati mengutarakan alasan
    Saat memutuskan resigned, pasti Anda sudah memiliki alasan yang kuat. Tapi hati-hati mengutarakan. Misal: Anda keluar karena perusahaan lama memberikan gaji kecil dan perusahaan baru menawarkan gaji yang lebih besar. Namun saat mengutarakan alasan keluar, tidak perlu Anda katakan ini sejujurnya. Katakan saja perusahaan baru memberikan kesempatan yang lebih baik dan sayang kalau dilewatkan.Bila alasannya karena ketidakcocokan dengan atasan, katakan saja ada alasan pribadi yang tidak dapat diungkapkan dan desakan dari keluarga. Tidak perlu detil menjelaskannya. Anda tidak tahu masa depan seperti apa, siapa tahu Anda harus menghubungi atasan lama untuk meminta tolong.
  4. Buat catatan
    Buat catatan atau petunjuk pekerjaan yang biasa Anda kerjakan untuk pengganti Anda. Sehingga mereka bisa melanjutkan pekerjaan Anda dengan lancar. Beri kepastian juga kepada mereka, bahwa Anda siap dihubungi sewaktu-waktu terkait pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda di kantor ini sebelumnya.
  5. Pamitan
    Saat terakhir berkantor, sebelum berkantor di perusahaan baru usahakan pamitan ke semua rekan, atasan departemen lain, ucapkan terima kasih atas ilmu dari senior dan atasan. Ucapkan terima kasih pula atas bantuan dan rekan-rekan. Dan ucapkan permintaan maaf pada semuanya. Pamitan juga bisa disampaikan ke milis, grup WA atau email ke semuanya.
  6. Informasikan ke yang lain
    Sampaikan informasi engunduran diri Anda ke klien, partner di perusahaan lain bahwa Anda sudah tidak di kantor ini lagi. Tujuannya agar mereka tahu bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas kerjasama dengan mereka, dan sertakan kontak siapa yang akan menggantikan Anda.

Yang harus dihindari:

  1. Menyampaikan permohonan pengunduran diri terlalu dekat dengan waktu terakhir Anda bekerja. Kalau terlalu pendek, perusahaan tidak cukup waktu untuk mempersiapkan sepeninggal Anda.
  2. Membuat surat pengunduran diri dengan kop perusahaan. Buat suratnya dengan kertas polos, karena itu surat pribadi Anda.
  3. Memberikan pekerjaan yang belum selesai ke pengganti Anda. Selesaikan semua pekerjaan yang jadi beban Anda. Jangan ada pekerjaan yang ditelantarkan yang akan jadi tanggung jawab pengganti Anda. *(my/20160421)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: