Inikah Saatnya Anda Resigned?

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Inikah Saatnya Anda Resigned?

Ketika Anda bangun tidur di pagi, sambil menggeliat tiba-tiba Anda merasa malas bangkit dari ranjang tidur. Tiba-tiba Anda jadi tidak bersemangat. Anda seret tubuh secara paksa untuk mengikuti ritual pagi yang nantinya ditutup dengan berangkat kerja ke kantor.

Bila Anda sudah memiliki perasaan seperti di atas, bersiaplah mencari kantor baru. Karena perasaan malas berangkat kerja itu adalah indikator Anda tidak bersemangat berangkat kerja. Anda mengalami frustasi!

Itu terjadi karena Anda merasa terjebak pada pekerjaan yang tidak disukai. Tidak hanya menyebabkan frustasi, tapi juga mengakibatkan kemandekan pertumbuhan kehidupan profesional Anda.

Tapi tunggu dulu, apakah memang betul karena hal itu? Apa bukan karena sedang berselisih dengan teman kerja atau lesu habis dimarahi bos? Karena kalau disebabkan ini, masih bisa dicarikan jalan keluar tanpa harus resigned (mengundurkan diri). Oke, kita simak ciri-ciri berikut ini untuk melihat apakah sudah waktunya Anda pindah kantor.

  1. Perusahaan di ujung tanduk
    Persaingan bisnis semakin ketat. Siapa sangka Nokia, Blackberry atau Kodak harus melempar handuk dan menyiapkan liang kuburnya? Dulu bisa saja Anda merasa nyaman bekerja karena gaji, fasilitas dan teman kerja yang baik. Anda tidak saja merasa nyaman, tapi betah. Namun bisa saja seperti perusahaan di atas, karena tidak mengantisipasi perubahan, salah manajemen atau kesulitan keuangan, perusahaan diambang kebangkrutan. Perusahaan mulai melakukan PHK. Anda mungkin juga di ujung tanduk!Dalam situasi seperti ini, Anda harus waspada. Mulai bersiap mencari perusahaan lain, agar tidak ikut karam bersama perusahaan. Tapi ada baiknya dihadapi dengan kepala dingin. Pastikan dulu informasinya sangat akurat dengan mengubungi pihak yang berwenang dan terpercaya di kantor Anda. Siapa tahu informasi itu sekedar hoax atau dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
  2. Tidak ada perkembangan karier yang menjanjikan
    Bertahun-tahun mengerjakan hal yang sama, berulang-ulang, tanpa ada perubahan dan peningkatan hanya akan menumpulkan otak Anda. Apalagi bila pekerjaan yang dijalani sebenarnya di luar passion Anda. Jelas karier Anda stagnan di sini. Anda jenuh.Cobalah bicarakan dengan atasan Anda tentang kejenuhan Anda. Diskusikan kemungkinan pindah ke departemen/divisi lain untuk pindah pekerjaan dengan tantangan dan atmosfer berbeda. Bila atasan Anda masih belum bisa memberikan jalan keluar. Cobalah dekati dan ajak bicara atasan departemen/divisi lain, karena bisa jadi mereka tahu adanya peluang untuk Anda.Tapi bila semua buntu, ya saatnya untuk pindah tempat kerja.
  3. Tidak nyaman lagi
    Perubahan selalu terjadi. Entah karena persaingan bisnis, bos baru atau pemilik baru, bisa saja ada aturan baru. Dulu Anda nyaman, sekarang tiba-tiba merasa dilema. Misal: kantor mengharuskan Anda berjualan dengan segala cara. Tidak peduli benar atau salah, halal atau haram, curang dan menjegal. Anda yang memegang nilai-nilai kejujuran misal, menjadi tidak nyaman bekerja di sana. Diteruskan salah, bertahan tidak mungkin.Tapi sebelum memutuskan berhenti dari pekerjaan sekarang, seperti juga saran nomor 2 di atas, cobalah diskusikan dengan atasan Anda. Bila tidak ada pemecahan, diskusikan dengan atasan departemen/divisi/perusahaan segrup. Siapa tahu Anda bisa pindah ke sana. Tapi bila tidak ada jalan keluar, ya bagaimana lagi kalau tidak mencari pekerjaan di perusahaan lain. Karena pekerjaan sekarang telah menabrak nilai-nilai yang Anda pegang secara teguh.Setelah mantab keluar (resigned), rincilah apa yang Anda sukai dan tidak disukai dari kantor sekarang. Daftar itu akan menjadi pedoman mencari perusahaan lain. Jangan sampai Anda kembali ke perusahaan yang sama seperti kantor Anda yang lama. Mintalah saran dari kerabat, teman-teman bahkan ineternet. Siapa tahu mereka juga punya masalah yang sama, namun mereka sudah memiliki solusi yang pas. Meski itu belum tentu juga cocok bagi Anda.
  4. Anda dan atasan Anda tidak akur
    Sangat wajar sebenarnya antara Anda dan atasan dapat berselisih. Wong suami dan istri bisa berselisih, apalagi Anda dan atasan bekerja bersama, berjam-jam setiap hari dan bertahun-tahun. Namun bila perselisihan itu terkait pekerjaan, bisa saja ditemukan titik tengahnya.Tapi bila sikap atasan sudah mulai tercela, Anda bisa saja tidak dapat mentolerirnya. Seperti atasan mulai memfitnah Anda melakukan tindakan amat buruk, atau tidak obyektif terhadap pekerjaan Anda, mencuri hasil pekerjaan Anda untuk mendapat pujian dari atasannya dan lainnya. Bila demikian Anda layak angkat kaki dari kantor.Terlebih Anda sudah bekerja keras dan hasilnya baik, juga sikap Anda selama ini tidak tercela. Namun atasan Anda tetap saja tidak menyukai Anda. Tak perlu pikir panjang untuk berpikir ulang mengenai posisi Anda di sana.

    Tapi sekali lagi, jangan emosi dulu. Pakai otak secara dingin, jangan menggunakan nafsu. Diskusikan dengan teman sejawat, atau atasan departemen lain, atau pimpinan atasan bahkan pemilik perusahaan. Siapa tahu atasan Anda ini memang memiliki agenda pribadi yang tidak baik, tapi perusahaan tidak mengetahuinya. Bisa jadi teman, atasan, pimpinan perusahaan/pemilik masih menyukai, membutuhkan dan mempertahankan Anda. *(my/20160419)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: