Jangan Bersikap Seperti Ini (Bos Anda Tidak Menyukainya!)

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Jangan Bersikap Seperti Ini (Bos Anda Tidak Menyukainya!)

angry-man-274175_1280_300Tanpa disadari, Anda dapat saja bersikap dan bertindak yang membuat atasan tidak menyukai Anda. Karena itu bukan sesuatu aneh, kalau Anda merasa tidak diperhatikan atau dihargai oleh bos Anda. Naga-naganya Anda tidak juga dipromosikan.

Maka ganti perasaan dan sikap bos Anda dengan memastikan Anda tidak bersikap seperti ini:

  1. Kurang komunikatif
    Dalam pekerjaan, komunikasi adalah unsur yang sangat penting. Anda dan atasan harusnya dalam ‘gelombang’ yang sama. Dengan gelombang yang sama, pesan yang akan disampaikan akan sampai. Tidak ada distorsi. Bila pesannya sampai, maka enak untuk berkomunikasi dan berkoordinasi. Contoh: kebiasaan atasan terkait laporan, apakah senang mendetail atau ringkas. Atau ia lebih dijelaskan dengan tatap muka secara langsung atau bisa dengan telepon, email atau cukup WhatsApp.
  2. Tidak bertanggung jawab
    Pastilah ada kesalahan yang dilakukan saat bekerja. Apalagi kalau Anda baru dan belum memiliki kompetensi. Tapi bukanlah masalah kesalahan, tapi tanggung jawab saat melakukan kesalahan. Akuilah kesalahan itu. Dan berjanji memperbaiki diri agar tidak melakukan kesalahan lagi.Jangan sebaliknya yakni mengelak tanggung jawab dari kesalahan yang dibuat dengan menciptakan alasan yang tidak masuk akal. Atau membuat kebohongan. Karena suatu ketika kebohongan itu akan terkuak. Dan akan menjerumuskan Anda lebih dalam, yakni atasan semakin tidak menyukai Anda.
  3. Tidak koordinasi
    Suatu ketika Anda ditugasi pekerjaan yang berat. Anda tahu ini pekerjaan yang sulit, tapi Anda tidak dapat mengelaknya. Kalau memang seperti ini, harusnya Anda rajin melakukan koordinasi dengan atasan, senior dan teman-teman lain. Mintalah saran, petunjuk bahkan bantuan. Jangan sampai sudah habis masa tenggatnya, Anda baru bilang Anda tidak mampu. Padahal bila sudah berkoordinasi, bisa saja terselesaikan dengan baik karena ada bantuan dari teman, senior dan atasan Anda.Jadi tidak ada salahnya untuk berkoordinasi. Bila pun pekerjaan yang Anda emban gagal, mereka tahu bahwa Anda sudah berusaha secara maksimal dan mereka tahu permasalahannya kenapa gagal, karena sudah berkoordinasi dengan mereka.
  4. Terlalu ‘manja’
    Jangan manja. Jangan-jangan sedikit mengadu atau minta perhatian oleh bos. Ini akan jadi gangguan buat dia. Gangguan yang terus menerus dari Anda hanya membuat jengkel atasan, karena akan mengganggu kerjaannya. Tugas Anda membantu atasan, bukan atasan membantu Anda.
  5. Menolak diberi tanggung jawab lain
    Atasan memberi sebuah tugas di luar tanggung jawab pekerjaan harian Anda. Tentu saja ini menyita waktu dan tenaga Anda. Karena di luar tanggung jawab harian, Anda menolah tanggung jawab baru ini. Kalau Anda dapat memberikan alasan yang tepat, mungkin atasan bisa mengerti. Tapi jangan sering-sering melakukan hal ini. Selama Anda masih dapat mengakomodir perintah atasan dan memiliki waktu dan tenaga, ya lakukukan saja. Dengan mengerjakan tugas baru dan lain, ada kesempatan bagi Anda untuk berkembang; mendapat ilmu, ketrampilan bahkan kesempatan untuk dipromosikan.
  6. Tidak dapat dipercaya
    Dalam bekerja banyak hal yang terkait dengan rahasia perusahaan. Jaga integritas Anda dengan tidak menjual rahasia perusahaan tersebut, meski situasi perusahaan dalam keadaa sulit sekalipun. Dalam situasi normal, Anda juga tidak boleh gampang mengumbar hal-hal terkait perusahaan yang penting meski hanya lewat obrolan dan gosip.
  7. Tidak mampu memperbaiki diri
    Setiap saat selalu memperbaiki diri demi kebaikan yang berkesinambungan. Masukan, kritik dan saran dari teman dan atasan diterima sebagai hal yang positif. Tidak keukeuh bahwa itu sudah terbaik dari kita, tanpa ada upaya untuk berusaha memperbaiki diri. Misal: sering datang terlambat karena rumahnya jauh dan jalan yang dilewati selalu macet. Harusnya hal itu bukan alasan, tapi berusaha mencari solusi untuk mengatasi itu misal: selalu mencari rute-rute baru sebagai alternatif.
  8. Terlalu banyak bertanya
    Saat mendapatkan pengarahan dari bos, tidak cukup didengarkan tapi kalau perlu dicatat. Jangan sampai Anda terus bertanya dan minta diulang arahannya. Hal ini bisa membuat jengkel atasan Anda. Jika memang harus bertanya, pastikan menyiapkan pertanyaan yang spesifik, lugas, singkat dan tepat sararan. Lebih baik lagi Anda sudah menyiapkan beberapa hal terkait pertanyaan Anda, sehinga tidak membebani bos dengan sebuah pertanyaan yang menggantung. Bos akan senang kalau diberi alternatif jawaban. *(my/20160510)

One Comment

  • Sukiyem

    Good article, I’ve been work about 4 years on the office and I always do that same like the article.

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: