sigourney weaver mochamad yusufDalam hidup setiap manusia secara naluri berusaha keras mencari kebahagiaan. Karenanya seringkali harus berkorban mendapatkannya. Padahal sebenarnya kebahagiaan itu sudah ditangannya, tapi disiakan.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Kebahagiaan itu sudah ada di keluarganya. Kebahagiaan itu terpancar dari rasa bangga yang dimiliki keluarganya. Kebahagiaan itu muncul dari perasaan hormat dari keluarga. Kebahagiaan itu timbul dari perbuatan anaknya yang tak menimbulkan masalah. Kebahagiaan itu ada dari prestasi anaknya.

Namun yang terjadi justru kebahagiaan itu dilepas meski sudah digenggam. Karena kebahagiaan dikira pemberian materi berlebih pada keluarga. Mereka merasa berbagai pemberian fasilitas yang cukup akan menimbulkan kebahagiaan. Membelikan mainan PSP, memberi HP tipe terbaru dan lainnya untuk anak. Pasangan hidup diajak berjalan-jalan ke luar negeri,

Akhirnya yang terjadi, mereka bekerja keras tak mengenal waktu. Waktu yang ada digunakan semaksimal mungkin mencari kebahagiaan ‘semu’ itu. Waktu bersama keluarga sudah tak ada. Yang sedikit itu pun bukan dalam suasana yang menyenangkan.

Setelah lama mencari kebahagiaan itu, baru sadar kebahagiaan itu sudah terlepas. Karena sang anak kerap tersandung berbagai masalah. Pasangan hidupnya berkhianat tak menghargai pengorbanannya.

Tentu saja setelah terjadi, susah untuk memutar waktu ke belakang. Yang terjadi adalah penyesalan.

~~~
Aneh, kalau kita masih belum menyadari hal itu semua. Padahal Sigourney Weaver telah memahaminya. Weaver adalah artis terkenal yang membintangi film trilogi ‘Aliens’. Dan kini dia membintangi calon film laris sepanjang masa ‘Avatar’.

Dia merasa bersalah saat meninggalkan anaknya yang sedang sibuk bersiap masuk perguruan tinggi. Itu terjadi saat dia sibuk mempersiapkan film ‘Avatar’. Prestasinya seabrek dan berbagai kegiatan lainnya seaakan tak ada artinya bagi Charlotte, anaknya.

“Aku ingat temanku pernah berkata kepadanya, “Tahukah kamu, ibumu adalah ikon feminis pujaan para perempuan? Dia menjawab, itu adalah bagian yang aku tak perlu tahu,”” kata Weaver.

Charlotte tak pernah mau menonton film-film Aliens yang dibintangi ibunya. Film yang laris ini tak pernah mendatangkan minat padanya. “Kurasa dia hanya ingin berpikir bahwa aku ibu yang baik, dan bukan seseorang yang hidup di ruang angkasa,” katanya.

Dia akhirnya menyimpulkan, “Menurutku, saat anak-anak melihat ibunya mendedikasikan diri pada sesuatu yang dia cintai, hal itu membuat mereka menghargai ibunya.”

~~~
Apakah anda juga telah menemukan kesimpulan seperti Sigourney Weaver ini? [TSA, 05/01/2010 subuh]

~~~
EnerLife, Energize Your Life, adalah tulisan motivasi bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta memberi motivasi kesuksesan hidup. Anda bisa membaca artikel EnerLife lainnya di: http://www.enerlife.web.id.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah konsultan senior TI, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus developer website & software SAM Design. Aktif menulis dan bukunya telah terbit, “99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di profil Facebooknya.