Kolang-Kaling [9]: Kenyang Bersepeda

Home / Blog / Kolang-Kaling [9]: Kenyang Bersepeda

Saat masih kuliah harus bersepeda ke sana kemari.
Dan ternyata berat. Hehehe. Sering saya harus berhenti di tengah jalan. Hanya ingin istirahat. Entah apakah sepedanya terlalu berat dikayuh atau saya sendiri yang sudah tidak kuat bersepeda.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saat ini di Surabaya dan kota-kota lain ada kegiatan yang dinamakan sebagai hari bebas mobil, ‘Car Free Day’. Yakni sebuah hari, biasanya hari Minggu, di mana di sebuah jalan oleh pemerintah setempat akan ditutup dan kendaraan bermotor dilarang melewatinya. Di dalamnya masyarakat dapat menikmati jalan ini sepuasanya tanpa ada mobil dan sepeda motor yang lewat.

Ada yang olah raga senam. Ada yang hanya jalan-jalan. Dan banyak yang bersepeda. Jadinya jalan ini dipenuhi dengan berbagai jenis dan bentuk sepeda. Ada yang mahal bahkan sampai yang mahal. Semua tumplek blek.

Di hari-hari lain, saat tidak ada ‘Car Free Day’ pun banyak orang yang mengayuh sepeda. Mereka kadang berombongan dengan sepeda-sepeda yang relatif mahal melakukan perjalanan dengan tujuan tertentu. Bahkan ada yang berniat bersepeda jauh keluar kota, karena ada hadiah yang besar. Maka muncullah klub-klub penggemar sepeda.

Saya sendiri, sampai detik ini, tidak tertarik untuk ikutan bersepeda di jalan yang ditutup untuk ‘Car Free Day’ ini. Juga tidak tertarik untuk ikutan klub sepeda. Alasannya saya sederhana: tidak punya sepeda. Hehehe.

Meski kemudian Zidan, anak laki saya, memiliki sepeda yang cukup bagus, saya juga ogah menaikinya. Sempat sih di awal-awal, saya mencoba naik sepedanya Zidan jalan-jalan dan bersepeda.

Dan ternyata berat. Hehehe. Sering saya harus berhenti di tengah jalan. Hanya ingin istirahat. Entah apakah sepedanya terlalu berat dikayuh atau saya sendiri yang sudah tidak kuat bersepeda. Atau saya sudah ‘tuwuk’ (jawa, terlalu kenyang) dengan bersepeda ini.

Dulu waktu kuliah, saya harus bersepeda kemana-mana. Kuliah, mengajar privat, ke perpustakaan, ke rumah teman, ke tempat-tempat lain dengan bersepeda. Bahkan sampai awal-awal bekerjapun saya masih bersepeda.

Namun setelah memiliki sepeda motor, akhirnya saya jarang bersepeda. Karena nggak dipakai, sepeda itu kelak saya berikan ke paman saya. Sepeda itu sampai sekarang masih ada di paman.

Kini setelah bersepedea menjadi trend dan life style, saya masih belum terlalu tertarik bersepeda. Mungkin sudah terlalu kenyang bersepeda… Hehehe. Tapi entahlah nanti. [UTS, 27/11/2012]

~~~
Tidak seperti serial tulisan saya lainnya, serial ‘Kolang-Kaling’ ini adalah tulisan saya yang warna-warni. Tidak ada benar merah tema yang diusung. Yang jelas adanya keinginan menulis. Maka tulisan serial ini ada. Hehehe. Anda bisa membaca tulisan saya pada serial-serial yang serius di http://enerlife.web.id

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik tentang IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

2 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: