Kubah [5]: Iblis dan Firaun pun Mau Bertobat

Home / Serial Tulisan / Kuliah Bekal Hidup / Kubah [5]: Iblis dan Firaun pun Mau Bertobat

(ref: wikipedia.org)
(ref: wikipedia.org)
Kelak saat dia ditenggelamkan Allah saat mengejar Nabi Musa dan pengikutnya, dia merasa banyak dosanya. Dia tahu selama ini, yang dia lakukan salah. Dia ingin bertobat. Namun tobatnya ini terlambat.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Iblis adalah makhluk paling pembangkang di seluruh kolong jagat raya ini. Dialah satu-satunya makhluk yang berani membangkang secara langsung perintah dari Allah. Akibat dari perbuatannya ini dia harus dibuang dari surga. Tidak hanya itu, masa depannya sudah jelas: neraka paling bawah!

Iblis adalah makhluk nomor satu yang paling banyak dosanya. Namun di saat-saat tertentu, dia kadang menangis dan menyesali apa yang sudah dilakukannya. Dia tahu, bahwa hukuman dari Allah tidaklah main-main. Dia takut menerima hukuman itu. Karenanya kadang muncul perasaan untuk bertobat. Memohon ampun atas perbuatan salahnya di hadapan Allah. Meski ini berarti dia mengakui kesalahannya.

Sehingga pada saat zaman Nabi Musa, dia memutuskan benar-benar bertobat. Maka dia datang ke Nabi Musa. Dia minta tolong padanya, agar disampaikan permohonan taubatnya kepada Allah. Dia tidak mampu memohon taubat langsung. Dan karena Nabi Musa adalah rasul, maka Iblis yakin Nabi Musa bisa berkomunikasi secara langsung, sehingga dia bisa menyampaikan taubatnya Iblis.

Cerita ini tidak saya teruskan, karena saya fokus pada taubat. Yang jelas, Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang itu mau menerima taubat Iblis. Tentu dengan ada syaratnya.

Di lain kisah, ada raja Firaun yang hidup juga di masa Nabi Musa. Firaun mungkin manusia paling durhaka kepada Allah. Karena kekuasaannya dia mabuk dan lupa akan karunia yang diberikan padanya. Dia malah mengaku sebagai Tuhan. Nasehat yang langsung disampaikan Nabi Musa, tidak digubrisnya. Bahkan dia berniat mau menghabisi Nabi Musa dan pengikutnya. Padahal Firaun dan Nabi Musa sudah bersaudara dan berteman sejak masih kanak-kanak.

Kelak saat dia ditenggelamkan oleh Allah di laut Merah saat mengejar Nabi Musa dan pengikutnya, dia merasa banyak dosanya. Dia tahu selama ini yang dia lakukan adalah salah. Dia ingin bertobat. Namun tobatnya ini terlambat, karena nyawa sudah mau lepas dari raga.

Saat raja Firaun sudah bersiap mau mengucapkan kesaksiannya terhadap keesaan Allah, “Laa Ilaha Ila Allah”, malaikat Jibril cepat-cepat memasukkan pasir ke dalam mulutnya. Sehingga raja Firaun tidak dapat mengucapkan syahadat itu.

Membaca serita ini, harusnya kita malu. Bagaimana tidak. Dua makhluk yang paling berdosa di muka bumi dan langit ini, masih sadar bahwa dia masih berdosa. Dan berniat untuk taubat. Sedangkan kita, yang penuh dosa ini, tidak pernah sadar dengan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Dan tak merasa salah, sehingga tidak perlu meminta ampun dan taubat padanya.

Kita, yang Insya Allah, jauh dari kedua makhluk itu harusnya rajin mengingat bahwa kita penuh dengan dosa. Dan mengingat ancaman hukuman Tuhan bila menentangNya tidaklah main-main. Iblis saja takut dengan ancaman hukuman ini. Sehingga seringlah, kita memohon maaf dan meminta ampun.

“Astagfirullahhil adzim”. [PR, 12/12/2012]

~~~
Kubah adalah Kuliah Bekal Hidup. Tulisan di serial Kubah ini mencoba mencari hikmah dari semua kejadian yang terjadi di alam. Semoga dengan hikmah ini kita dapat hidup bahagia di dunia dan mulia di akhirat. Artikel lain bisa Anda baca di serial ‘Kuliah Bekal Hidup, http://www.enerlife.web.id/category/kubah/’ lainnya.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang TI, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

3 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: