Membuat Doa Kita Terkabul

Home / Uncategorized / Membuat Doa Kita Terkabul

gk sunriseSetiap manusia pasti berdoa. Kadang terkabul seketika, kadang tertunda bahkan tak terkabul. Ketika doa terkabul, mungkin bukan karena kitalah Tuhan mengabulkan doa kita. Tapi karena pembantu kita!

Oleh: Mochamad Yusuf

Dua orang kakak beradik mendaki gunung. Ketika mencapai puncak, kabut turun sangat pekat. Mereka terpencar dan tersesat. Untunglah handy talkie bisa membantu mereka berkomunikasi, meski tak bisa digunakan sampai ke kaki gunung, base camp mereka.

Supaya tak makin tersesat, mereka berhenti. Mereka tak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi mereka yakin hanya berdoa saja yang bisa dilakukan. Mereka bersepakat setiap doa yang dipanjat, akan diucapkan di depan handy talkie. Sehingga mereka tahu doa apa yang dipanjatkan yang lain. Juga tahu doa siapa yang sebenarnya dikabulkan.

Akhirnya sang adik berdoa supaya kabut hilang. Sang kakak diam saja, tak terdengar berdoa. Tiba-tiba saja kabut hilang di tempat sang adik.

Lalu sang adik berdoa lagi agar ada makanan. Sekali lagi sang kakak diam saja, tak terdengar doanya. Lalu di tempat sang adik, terlihat ada pohon yang banyak buah yang lezat. Diambilnya buah-buahan itu dan dimakannya dengan lahap.

Sekarang sang adik berdoa supaya cepat ditolong, dan sekali lagi sang kakak tidak berdoa. Diam saja. Dan tiba-tiba saja ada rombongan SAR yang mencari mereka. sang adik diberi selimut dan ditandu turun.

Ketika mau turun, tiba-tiba terdengar suara di kepala sang adik. “Kenapa kamu tidak bilang bahwa kamu mendaki bersama kakak? Dan kenapa tidak mau katakan kakak juga mengalami kondisi terjebak kabut dan tersesat?”

“Tidak. Dia bisa berdoa sendiri. Selama ini sayalah yang berdoa. Dan doa saya yang dikabulkan,” jawabnya. “Salah,” kata suara itu, “Doanya hanya satu. Dan doanya selalu dikabulkan.” “Apa itu?” tanya sang adik penasaran. Suara itu menjawab, “Doanya hanya meminta agar doamu selalu terkabul.”

~~~
Seorang teman memiliki kebiasaan unik. Setiap berangkat kerja dia pasti akan memberi derma pada peminta derma di depan sebuah masjid. Peminta derma ini duduk sambil membawa kotak kardus kosong mi instan . Di sampingnya ada kotak kaca yang berisi uang.

Setiap lewat sana, dia akan mengurangi kecepatan mobilnya. Terus dibuka jendela dan diulurkan tangannya yang berisi uang kertas. Lalu memmasukkannya pada kardus kosong yang ditengadahkan. Rutin dia melakukan seperti ini.

Saya penasaran bertanya padanya kenapa dia melakukan. Apalagi dia sebenarnya tak perlu ke masjid. Karena memang tempat ibadahnya bukan masjid. Dia mengatakan derma itu membantu doanya terkabul. Wow! Dan mungkin saja dia juga berderma di tempat yang saya tak tahu.

~~~
Setiap manusia pasti berdoa. Kadang terkabul seketika, kadang tertunda bahkan mungkin tak terkabul. Ketika doa terkabul, mungkin saja bukan karena kitalah Tuhan mengabulkan doa kita. Tapi ada doa orang lain yang membuat doa kita didengar oleh Tuhan.

Orang-orang ini bisa saja Office Boy anda. Atau Cleaning Service, satpam, sopir atau orang-orang yang ‘terlihat’ di mata anda. Mereka mungkin tak berdoa banyak. Tapi kalau berdoa, mungkin doanya agar kita, para manager, selalu mendapat keberuntungan. Sehingga perusahaan yang diikuti selalu maju.

Coba sekarang kita lihat orang-orang sekeliling kita. Cobalah untuk memberi perhatian pada mereka. Yang kesusahan kita tolong. Yang bersedih kita gembiarakan. Yang kesulitan kita mudahkan. Karena siapa tahu, merekalah yang bisa membantu doa kita terkabul.[TSA, 22/2/2010 subuh]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analis, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan bukunya telah terbit, “99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di websitenya atau di Facebooknya.

5 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: