Meminta Maaf Dengan Tulus

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Meminta Maaf Dengan Tulus

typewriter-1138667_1280_300Bekerja di kantor pasti berhubungan dengan banyak orang. Bisa teman kantor, klien, partner dan lainnya. Selama bersinggungan sudah pasti banyak hal yang membuat mereka marah, kecewa, sedih, tersinggung dan lainnya. Ada yang langsung menunjukkan ketidaksukaannya. Tapi ada yang tidak memperlihatkannya. Karena itu harusnya Anda meminta maaf, agar hubungan dengan mereka tetap terjalin dengan baik.

Namun kadang Anda meminta maaf dengan tidak tulus. Mereka merasakan bahwa Anda melakukannya dengan tidak menggunakan ‘hati’, Padahal Anda sebenarnya sudah meminta maaf dengan tulus. Karena itu permintaan maaf Anda tidak berdampak. Hubungan pertemanan masih kaku dan dingin. Ini tentu tidak Anda inginkan.

Lalu bagaimana caranya meminta maaf dengan tulus? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Sadari bahwa Anda tidak akan kehilangan apa-apa
    Bila Anda meminta maaf dan teman Anda menerimanya dengan baik, maka selesai sudah permasalahan Anda. Hubungan pertemanan berjalan lancar kembali tanpa terganggu. Semuanya kembali baik-baik.

    Tapi bagaimana kalau sebaliknya? Teman Anda tidak menerima permintaan maaf. Atau menerima permintaan jabat tangan Anda, tetapi belum memaafkan Anda di dalam hatinya. Sehingga hubungan Anda dengan teman Anda, tetap terganggu.

    Bila mereka masih belum menerima kembali maksud baik Anda untuk berteman kembali, maka Anda harus mengikhlaskan. Karena tidak semua hubungan pertemanan bisa berjalan mulus selamanya. Begitu menurut Marla Paul, penulis ”The Friendship Crisis: Finding, Making and Keeping Friends When You’re Not a Kid Anymore”.

    Namun saat Anda sudah meminta maaf dengan mengakui semua kesalahan, “Anda akan merasa lega karena sudah meminta maaf untuk sesuatu yang membuat Anda merasa bersalah,” ujar Paul.

  2. Sebutkan apa yang membuat dia terluka
    Akuilah bahwa Anda bukan makhluk yang sempurna, yang bisa menyenangkan semua orang. Anda bisa memulai permintaan maaf dengan mengatakan, “Aku tahu hubungan pertemanan kita tidak sedekat dulu. Dan aku merasa sedih dan kecewa karenanya.”

    Lalu sampaikan apa yang kira-kira membuat dia kecewa, misal: “Aku minta maaf karena tidak meminta pendapat atau ijin dari kamu saat kamu cuti. Padahal kamu sudah memintaku bila terjadi demikian untuk segera mengabari kamu, meski kamu cuti.”

    Lalu akhiri dengan pernyataan, “Aku harap kita bisa berteman baik kembali. Aku tidak akan mengulangi lagi. Aku memang makhluk tidak sempurna, tapi ke depan aku berusaha untuk lebih baik lagi.”

    Bila Anda diberi kesempatan menyampaikan permintaan maaf secara langsung, itu artinya teman Anda masih berharap hubungan dengan Anda kembali membaik. Mereka masih memberi penghargaan dan kesempatan pada Anda.

    Dari permintaan maaf ini, Anda bisa melihat reaksinya secara langsung, karena Anda bisa menatap wajahnya. Namun bila Anda merasa malu atau takut untuk mengungkapkan maaf secara langsung, Anda bisa mengirimkan maaf lewat email, sms, chatting dan lainnya.

    Jika Anda telah meminta maaf dengan tulus dan teman Anda mengetahui hal ini, bisa saja mereka langsung memeluk Anda. Atau menjabat tangan dengan erat sambil tersenyum lebar. Atau bisa saja mereka membutuhkan waktu berpikir untuk melupakan kesalahan Anda. Yang jelas Anda tahu siapa yang yang kelak menjadi sahabat sejati Anda dari reaksi yang ditampilkan. *(my/20160427)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: