Contact us now
+6289-774455-70

Meraih Matahari di Puncak Penanggungan [2]: Mendaki untuk Memberi Warna Hidup

Zidan menatap daratan yang ada dibawah kaki gunung Penanggungan.

Zidan menatap daratan yang ada dibawah kaki gunung Penanggungan.

Tapi itu dulu. Waktu sekolah. Sejak lulus kuliah dan bekerja, saya sudah tidak melakukannya. Memang beberapa kali masih mengikuti acara di hutan saat opspek mahasiswa baru mantan almamater. Tapi sekarang kan saya sudah di atas 40 tahun?

Oleh: Mochamad Yusuf*

Sejak awal saya sudah mengiyakan ajakan dari Rusdi untuk mendaki gunung Penanggungan. Saya langsung bilang ikut, saat dia menshare status Facebooknya tentang ajakan ini. Dan tanpa berpikir dua kali, saya langsung mengklik ‘going’ saat dia menginvite event di Facebook.

Kenapa saya langsung mengiyakan?

Karena saya memang sejak kecil suka memberi warna dalam hidup saya. Sehingga hari-hari dalam hidup saya ada yang baru, ada yang berbeda, ada yang lain. Sesuatu yang bisa menjadi cerita.

Karena itu dulu sejak masih sekolah, saya selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan. Malah waktu SMA semua kegiatan ekstrakurikuler saya ikuti. Bahkan bisa jadi 2 kegiatan yang berlawanan saya juga ikuti. Malah nanti waktu kuliah saya mengikuti latihan militer yang merupakan kegiatan wajib bagi taruna AKABRI.

Jadi selama hampir 2 bulan itu saya tidur di tenda di tengah hutan. Atau sudah berolah raga sebelum subuh (lari pakai senter). Memeluk senapan serbu M16. Menyemir sepatu pagi dan sore. Tidur dan antri makan di kapal perang. Dan lainnya. Sungguh ini warna hidup yang lain.

Memang ada keraguan lain saat saya mengiyakan ajakan Rusdi ini. Yakni apakah saya mampu melakukannya?

Saya memang tidak asing dengan dunia hutan dan gunung ini. Mulai SD saya sudah melakukannya. Waktu SMA saya sudah sering mengikuti acara di hutan dan gunung ini. Memang saya belum pernah melakukan pendakian gunung secara sebenarnya. Waktu kuliah sempat aktif di pecinta alamnya, meski kemudian saya harus berhenti karena penyakit kuning saya kumat.

Tapi itu dulu. Waktu sekolah. Sejak lulus kuliah dan bekerja, saya sudah tidak melakukannya. Memang beberapa kali masih mengikuti acara di hutan saat opspek mahasiswa baru mantan almamater.

Tapi sekarang kan saya sudah di atas 40 tahun?

Betul. Ini yang jadi pertimbangan saya. Ternyata memang benar usia tidak bisa dilawan. Tambahan lemak dan kurangnya olahraga membuat otot dan badan sudah tidak sekuat dulu. Bagi saya di usia saat ini dan kondisi yang saya alami, berhasil mendaki puncak gunung Penanggungan adalah sebuah prestasi. Tentu ini adalah warna lain dalam hidup saya di usia lebih dari 40 ini.

~~~
Pelajaran kedua:
Usia memang tidak bisa dilawan. Hehehe. [Pare, 24/12/2012 petang. Ditulis menggunakan tablet]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang TI, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

2 Comments - Leave a Comment

Leave a Reply