Pernik Ramadhan 2013 (10): Berani Mencoba Untuk Maju dan Sukses

Home / Blog / Pernik Ramadhan 2013 (10): Berani Mencoba Untuk Maju dan Sukses

gk-monyet-01Monyet yang lain juga mencoba mengambil pisang. Dan lagi-lagi mereka diguyur air oleh periset. Akhirnya mereka kapok dan tak mau mencoba lagi mengambil pisang. Mereka pasrah, meski ada keinginan untuk naik tiang dan mengambil pisang.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saya suka membaca. Hampir semua genre bacaan saya suka. Koran, majalah, buku pengetahuan, novel, komik saya suka. Entah, saya tak tahu persisnya kapan suka membaca. Mungkin sebelum saya sekolah. Karena saya ingat saat masih balita, Ibu sering pinjam majalah Bobo dari tetangga. Dan saya selalu membacanya eh membuka-bukanya.

Karena itu saya ingin anak-anak saya juga suka membaca. Meski tidak sesuka saya membaca, untunglah Zidan suka membaca. Makanya dia berkali-kali mendapat penghargaan sebagai peminjam buku terbanyak.

Yang saya khawatirkan anak saya terakhir, Zelda. Agak susah memotivasi agar rajin membaca. Meski begitu, terakhir kali dia sempat seperti kakaknya. Meraih penghargaan peminjam buku terbanyak.

Meski begitu, saya motivasi lagi untuk lebih rajin membaca. Saya dorong dia untuk lebih banyak meminjam buku. Selama ini dia hanya meminjamm 1 buku per hari. Karena bukunya khas anak, tebalnya hanya beberapa halaman dan banyak gambar, maka 1 buku sudah ludes dibaca dalam beberapa waktu.

Saya minta untuk pinjam 2 buku per hari di perpustakaan. Dia selalu beralasan, tidak boleh pinjam 2 buku untuk anak kelas 1 (SD). Oke, saya katakan kalau itu hari biasa. Tapi kalau hari Jumat, karena besoknya (Sabtu dan Minggu) sudah libur, maka saya minta pinjam 2 buku.

Zelda selalu beralasan tidak boleh. Saya tanya, apakah memang sudah pernah ditanyakan? Belum, katanya. Tapi memang tidak boleh. Yang lain juga demikian.

Melihat demikian, saya minta dia berani ke petugas perpustakaan untuk menanyakan boleh tidak meminjam 2 buku saat hari Jumat. Dengan alasan, besok dan lusanya (Sabtu dan Minggu) sudah libur. Perlu bacaan lebih banyak. Selain libur, juga ada 2 hari libur.

Zelda tetap ngotot tidak boleh. Karena menurutnya tidak boleh, karena yang lain tidak melakukannya.

Saya ingin dia mencoba bernegosiasi dengan petugas perpustakaan. Kalau memang tidak boleh, dia tahu bahwa tidak bolehnya itu langsung dari perpustakaan. Dan saya minta untuk belajar negosiasi dengan alasan bahwa besok libur.

Saya kira kalau alasannya kuat, petugasnya akan mengerti. Minimal larangan itu langsung dari petugasnya. Sehingga saya bisa mengusulkan secara resmi ke sekolah untuk membolehkan pinjam 2 buku di akhir pekan. Tapi karena tidak pernah langsung larangan itu, hanya katanya-katanya, saya tidak berani memprotes dan mengusulkan pinjam 2 buku ini.

Dalam hidup, kadang kita dikekang/dibatasi oleh banyak alasan supaya kita tidak maju. Tidak sukses. Banyak yang mengatakan ini itu. Kalau kita mau maju, mau sukses, maka yang lain akan memperingatkan, menarik kita bahkan ikut menjatuhkan kita. Mungkin tujuannya baik, tapi jadi kita tak tahu apakah halangan/kekangan itu benar atau tidak. Jangan-jangan hanya ilusi ketakutan atau kekhawatiran kita.

Saya jadi teringat pada sebuah percobaan di sebuah universitas. Dalam sebuah kandang ada monyet. Di tengah kandang ada tiang yang menjulur sampai langit-langit kandang. Di ujung atas tiang digantung setandan pisang.

Melihat hal ini, ada seekor monyet yang lapar mulai memanjat tiang dan menggapai pisang. Namun saat tangan mulai menjulur menarik pisang, periset mengguyur monyet tersebut. Kaget, monyet itu meloncat turun sambil berteriak-teriak.

Monyet yang lain juga mencoba mengambil pisang. Dan lagi-lagi mereka diguyur air oleh periset. Akhirnya mereka kapok dan tak mau mencoba lagi. Mereka pasrah, meski ada keinginan untuk naik tiang dan mengambil pisang.

Lalu periset mengeluarkan seekor monyet dan memasukkan monyet baru. Monyet baru melihat ada pisang di ujung tiang dan dia mau mengambil pisang tersebut. Namun saat mulai memanjat tiang, dia sudah ditarik 3 monyet yang pernah diguyur air. Dia tidak paham kenapa dia dilarang naik ke atas. Setiap mau naik, dia ditarik oleh yang lainnya. Akhirnya dia pasrah.

Lalu periset lain mengambil seekor monyet lain yang pernah diguyur air dan memasukkan seeokor monyet baru. Dan monyet baru juga ingin naik ke tiang untuk mengambil pisang. Dan lagi-lagi dia dihalangi 3 monyet lain. Tidak paham, tapi karena berkali-kali dia pasrah.

Lalu periset mengganti monyet-monyet lama tersisa dengan monyet-monyet baru. Akhirnya yang ada di kandang adalah monyet baru yang tidak pernah diguyur air. Ketika dimasukkan seekor monyet baru, monyet-monyet lain menarik dan melarangnya naik ke atas mengambil pisang.

Sekarang tak seekorpun monyet berani naik ke atas. Tapi mereka tidak tahu apa sebabnya, kenapa tidak boleh dan kenapa dia harus menarik monyet baru untuk tidak naik ke atas.

Ini yang saya tidak mau Zelda, Zidan, saya dan semua orang melakukannya. Jangan sampai kita tidak mau mencoba, takut karena katanya-katanya, tanpa pernah mencoba. Minimal kita mencoba dulu baru memutuskan untuk terus atau berhenti. Minimal sudah mencoba. [SUMA, 25/7/2013 siang]

<em>Pernik Ramadhan adalah tulisan yang saya usahakan rutin saya tulis setiap hari selama bulan Ramadhan 1434H/2013M. Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi kita semua. Amin. </em>

*Mochamad Yusuf adalah online analyst, konsultan tentang online communication, pembicara publik tentang II, host radio, pengajar sekaligus praktisi IT. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://www.yusuf.web.id

3 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: