Rahasia Rejeki (14): Rejeki Tak Bisa Dikejar Dengan Membabi-Buta

Home / Serial Tulisan / Rahasia Rezeki / Rahasia Rejeki (14): Rejeki Tak Bisa Dikejar Dengan Membabi-Buta

Ternyata harta saya meski dikurangi, tak berkurang. Sedangkan dia mengambil harta dariku, malah hartanya terus berkurang. Harta bisa mendatangkan kebahagiaan tapi bisa juga mendatangkan malapetaka.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Perawakannya masih muda. Usianya belum 40. Bahkan saya menebak sekitar 35-an. Namun rambutnya sudah dipenuhi dengan uban. Tapi secara selintas tak begitu dikenali banyak ubannya, karena potongan rambutnya yang sering gundul.

Orang-orang terkecoh usianya mungkin perawakan badannya: perut tambun. Jadi makin kelihatan karena tinggi badannya yang pendek. Tapi raut wajahnya tak ada rasa stress atau tegang apapun. Tenang. Tak seperti wajah businessman lainnya.

Ya, dia memang pengusaha.

Meski masih muda, jangan anggap dia sebagai pengusaha kemarin sore. Dia mulai berbisnis sejak lulus SMA. Sebenarnya dia terpaksa melakukan hal ini, karena dia sudah menikah di kelas 1 SMA.

Bila teman-temannya yang lain selulus SMA mencari perguruan tinggi untuk kuliah, dia malah bekerja. Awalnya dia bekerja pada orang lain. Tapi kemudian dia melakukan usaha sendiri. Dan kelak berhasil. [TSA, 31/10/2010 malam]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun setiap kelipatan seri 5, akan ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: