Rahasia Rejeki (22): Rahasia Rejeki Warung Laris

Home / Serial Tulisan / Rahasia Rezeki / Rahasia Rejeki (22): Rahasia Rejeki Warung Laris

Dalam mobil ke tempat tujuan, mereka bertanya-tanya kenapa ya mereka mampir ke warung itu? Bukankah masih ada warung lain? Dan kenapa warung langganan tutup? Akhirnya kesimpulannya sama. Rejeki.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Apa sebenarnya hal yang bisa mendatangkan rejeki itu?

Bila saya berjualan nasi goreng di sebuah jalan, apa yang membuat orang datang ke warung saya? Apakah cukup nasi goreng saya enak? Tapi bagaimana orang tahu nasi goreng saya enak, kalau tak mampir ke warung saya? Bagaimana membuat mereka datang ke warung saya?

Ketika saya menulis serial ‘Rahasia Rejeki’ ini, sebuah komentar panjang masuk ke saya. Dia bilang, kadang memang rejeki seperti sebuah takdir. Dimana ada sebuah tangan tersembunyi yang mengaturnya itu semua.

Dia bercerita suatu ketika bersama keluarga pergi ke Kediri. Dari rumah dia merencanakan mampir ke warung langganan di Kediri sana. Makanan sedap yang jadi favorit sudah terbayang. Semua anggota keluarga sepakat untuk menahan lapar dulu, sebelum akhirnya melampiaskan ke makanan sedap di warung favorit.

Surabaya ke Kediri ditempuh selama 3 jam lebih. Cukup penat juga sebenarnya menunggu di mobil. Akhirnya sampailah ke Kediri. Dengan semangat dia tak langsung ke rumah tujuan, tapi mampir dulu ke warung langganan. [TSA, 01/12/2010 subuh]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun setiap kelipatan seri 5, akan ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: