Rahasia Rejeki (38): Lokasi Menentukan Prestasi?

Home / Serial Tulisan / Rahasia Rezeki / Rahasia Rejeki (38): Lokasi Menentukan Prestasi?

Ironisnya di lokasi lama yang terbakar itu dibangun restoran pangsit lagi, tetap sepi. Memang yang membuka bukan pemilik lama. Tapi jargon lokasi menentukan prestasi, ternyata tak terbukti di sini.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Orang menganggap bila ingin berdagang sukses maka lokasi akan menentukan. Posisi strategis sangat penting untuk mendapatkan pelanggan khususnya untuk toko dan warung. Karena itu banyak orang yang mau membeli sebuah posisi strategis dengan harga mahal.

Semakin strategis, semakin mahal. Misal dalam sebuah kompleks ruko, maka toko yang posisinya di depan, relatif lebih mahal dibanding yang di belakang. Logikanya pembeli akan lebih banyak membeli di toko yang depan. Mereka malas kalau harus pergi lebih jauh, apalagi kalau harus jalan kaki.

Lainnya adalah di tepi jalan. Semakin ramai jalannya, semakin mahal pula lokasi tersebut. Karena jalan yang ramai tentu saja semakin banyak orang yang lalu lalang. Berarti ini semakin besar peluang orang membeli di toko itu.

Di Jakarta ada sebuah lokasi ditempati sebuah warung pangsit mie. Lokasi ini sangat strategis karena dikelilingi banyak sentra bisnis perdagangan. Kebetulan ini ada di Jakarta kota lama yang dikenal sebagai pusat perdagangan.

Pangsit mie ini semakin ramai kalau pas jam istirahat atau pulang kantor. Kalau orang mengamati, pasti orang menebak pemiliknya pasti senang dengan kondisi ini. Betul. Namun godaan kadang bukan saat susah, tapi justru bisa saat suka.

Pemilik pangsit mie ini bertengkar. Mereka saling memperebutkan porsi lebih besar pada bisnis ini. Juga saling klaim sebagai pendiri dan pemegang yang dominan.

Eh, ternyata kemudian restoran ini mengalami kebakaran. Ludes, tak tersisa. Peristiwa ini dijadikan kesempatan untuk berpisah dengan restoran sendiri. Yang satu dengan restoran sendiri, juga yang lain. Lokasinya tak berjauhan dari lokasi lama.

Anehnya meski pelanggan tahu pengganti restoran itu sudah ada, namun kedua restoran itu sepi. Orang tak mau beranjak ke sana, lebih baik mungkin cara makanan lain.

Ironisnya ketika lokasi lama yang terbakar itu dibangun restoran pangsit lagi, juga tetap sepi. Memang yang membuka bukan pemilik lama. Tapi jargon lokasi menentukan prestasi, ternyata tak terbukti di sini.

Jadi bisa dikatakan akibat pertengkaran dan kemudian terjadi perpecahan, semuanya rugi. Sepi. Bahkan pengganti yang baru di lokasi yang sama juga sepi.

Mengamati hal ini semakin menambah perbendaharaan rahasia rejeki saya. Dengan resep dan pemilik sama, dan lokasi tak jauh juga sepi. Di lokasi yang sama, dengan bisnis yang sama juga sepi. Padahal saya yakin pemilik lama menggunakan resp dan cara pembuatan yang sama.

Mungkin hikmah dari cerita ini, kalau sudah berhasil sebaiknya jangan tamak. Jangan ada keinginan untuk lebih menguasai dibanding lain. Karena justru bisa semuanya gigit jari. [TSA, 10/03/2011 subuh]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: