Rahasia Rejeki (45): Rejeki Kemampuan Belajar Otodidak

Home / Serial Tulisan / Rahasia Rezeki / Rahasia Rejeki (45): Rejeki Kemampuan Belajar Otodidak

Artinya saya disuruh belajar sendiri. Ha? Saya tertegun. Belajar sendiri untuk matematika atau ilmu lain tak masalah. Tak ada resikonya. Tapi kalau belajar mengemudi? Resikonya bisa kecelakaan.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saya punya pengalaman unik. Pada umur 28 tahun akhirnya saya putuskan belajar mengemudi mobil. Posisi umur yang mungkin agak terlambat untuk belajar mengemudi.

Ya, sebenarnya sejak dulu, khususnya sejak SMA, ingin belajar mengemudi. Apalagi sebenarnya Bapak memiliki mobil, meski mobil angkutan umum. Namun dilarang Ayah. Baru menyalakan mesin, bila ketahuan Ayah akan marah. Saya tak tahu alasan persisnya.

Lalu kenapa pada umur 28 tahun itu saya putuskan belajar mengemudi? Karena saya sudah hidup mandiri. Sejak menikah saya putuskan tidak tinggal bersama keluarga lagi. Alasan lain saya sudah punya cukup waktu. Saat itu saya mengundurkan diri dari pekerjaan tapi belum dapat kantor baru. Lainnya, tapi ini yang penting, adik kebetulan memiliki mobil. Sehingga bisa digunakan belajar.

Saya senang dengan mobilnya, karena mobilnya adalah Mitsubihi Colt T120S. Mobil ini tak memiliki hidung, sehingga ujung depan mobil dapat dikira. Kalau mobil sedan, hidungnya tak terlihat. Sehingga sulit mengira ujung depannya. Sehingga bisa kerap menubruk.

Akhirnya pada satu hari saya memulai belajar mengemudi. Saya berangkat ke rumah adik. Tiba di sana, mobil dikeluarkan olehnya. Namun ternyata kuncinya diberikan ke saya. Saya disuruh belajar sendiri, karena adik punya kesibukan. Artinya saya disuruh belajar sendiri.

Ha? Saya tertegun. Belajar sendiri untuk matematika atau ilmu lain tak masalah. Tak ada resikonya. Tapi kalau belajar mengemudi? Resikonya bisa kecelakaan.

Tapi niat sudah bulat. Harus bisa menyetir. Saya cuma tanya bagaimana posisi giginya. Setelah itu mesin dinyalakan. Lalu kopling ditekan dan ditahan, persnelling dimasukkan. Setelah itu gas mulai ditekan sambil kopling dilepas perlahan. Dan mulailah mobil berjalan.

Saya mulai mengemudi mobil. Tujuan saya adalah perumahan mewah dekat rumah adik. Jalannya lebar tapi sepi. Dan disanalah akhirnya saya melancarkan mengemudi. Bahkan lalu berani pindah ke perumahan lain yang agak ramai, karena di perumahan ini dilarang oleh satpam.

Kembali ke rumah adik, saya heran. Tak pernah pegang kemudi, tapi pegang kemudi langsung bisa. Yang lebih gila lagi, belajar berikutnya saya malah mengajari teman mengemudi. Ini gara-gara karena saya tak mau sendiri, saya ajak seorang teman. Eh, dia akhirnya juga ingin belajar mengemudi.

Saya tak tahu apakah ini yang dimaksud dengan belajar otodidak. Bukannya bermaksud sombong, tapi saya yakin tak semua orang bisa melakukan seperti ini. Yakni belajar mengemudi sendiri.

Saya tahu kemampuan otodidak ini adalah rejeki. Anugerah dariNya. Dan saya yakin banyak orang yang memiliki anugerah seperti ini. Tak hanya mengemudi, tapi juga ketrampilan dan pengetahuan yang lain.

Bila mereka berlajar otodidak untuk positif, tentu saja bisa mendatangkan rejeki materi. Jadi dengan kemampuan belajar mandiri terhadap suatu pengetahuan dan ketrampilan, adalah rejeki tersendiri. [TSA, 22/03/2011 subuh]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun setiap kelipatan seri 5, akan ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

2 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: