Sukses Kembali Berkarier di Kantor Lama

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Sukses Kembali Berkarier di Kantor Lama

building-1080591_1920_300Saat Anda jenuh bekerja dan merasa sudah mentok, tiba-tiba bos lama menelpon Anda menawari kembali ke kantor lama. Daripada cari kantor baru yang belum tentu cocok dan masih melalui proses seleksi panjang, tawaran dari kantor lama bagaikan ‘pucuk dicinta ulam tiba’. Apalagi bos lama mengimingi gaji yang lebih tingi lagi.

Tapi eits, jangan langsung mengiyakan dan senang dulu… coba dibaca poin-poin ini sebelum mengangkat berkas-berkas ke kantor lama.

  1. Alasan keluar dulu
    Coba diingat alasan dulu saat keluar dari kantor lama. Apakah dengan kembalinya ke kantor lama, nantinya masih akan mengalami masalah yang sama seperti saat keluar dulu? Pastikan ke bos lama, bahwa apa yang menjadi penyebab Anda keluar dulu sudah tidak ada lagi atau ada solusinya, misal: Anda keluar dulu karena ingin punya waktu lebih banyak dengan keluarga, padahal kantor lama mempunyai hari kerja 6 hari seminggu. Sabtu tetap masuk.

    Lha, kalau mau kembali ke kantor lama, apakah hari Sabtu masih bekerja atau sudah diliburkan. Kalau sudah diliburkan, berarti Anda sudah tidak perlu was-was lagi saat seperti keluar dulu. Tapi kalau Sabtu masih masuk, diskusikan dengan bos lama Anda bagaimana solusinya.

    Kalau tidak ada solusinya yang tepat, Anda lebih baik tidak kembali ke kantor lama Anda. Karena bisa jadi nanti Anda akan menghadapi hal yang sama dan solusinyanya Anda keluar lagi. Untuk kedua kalinya!

  2. Pelajari peta politik kantor lama
    Coba kontak teman-teman di kantor lama Anda. Minta informasi terkini bagaimana keadaannya sekarang. Apakah yang bekerja di sana masih banyak yang Anda kenal? Atau kebanyakan sudah orang baru?

    Pertimbangkan apakah perubahan peta politik di kantor lama Anda nantinya akan mendukung karier Anda atau malah menghambatnya. Perubahan peta politik ini apakah termasuk posisi yang akan ditempati di departemen yang sama, departemen yang berbeda atau anak perusahaan atau perusahaan di grup yang sama.

    Pelajari juga bagaimana tingkat persaingan dan prospek perusahaan lama Anda. Jangan-jangan Anda ditelpon kembali, karena semua karyawan sudah tidak mau bekerja lagi di sana dan kesulitan mencari karyawan baru. Jangan sampai Anda dipanggil karena sebagai alternatif terakhir bagi perusahaan.

Bila Anda memang akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran bos lama Anda, perhatikan tips-tips ini agar Anda sukses berkarier di kantor lama.

  1. Siap menghadapi gosip
    Bila hubungan Anda dengan rekan lama sebelumnya baik, bisa jadi Anda akan disambut dengan gembira. Jadi seakan kembali ke kampung halaman. Namun bersiaplah kalau penyambutan ini jadi sebentar, karena bisa jadi posisi yang Anda tempati itu adalah tempat yang banyak diidam-idamkan orang, termasuk teman-teman lama Anda. Apalagi Anda mendapat gaji lebih banyak. Di sini Anda harus bersiap menerima gosip, termasuk dari teman lama Anda.
  2. Tidak usah pamer
    Meski Anda pernah berkantor di sini, bahkan mungkin di jabatan yang tinggi, Anda pantang untuk pamer. Apalagi bercerita mendapat gaji yang lebih tinggi, meski Anda bercerita pada teman yang Anda anggap percayai. Anggap saja Anda seperti karyawan baru dan harus beradaptasi dulu. Jadi jangan banyak cerita tentang fasilitas dan apa yang didapat.
  3. Pamer kemampuan
    Kalau masalah posisi dan fasilitas yang didapat, Anda lebih baik diam, tapi untuk kemampuan, Anda harus berani bersuara. Tunjukkan kepada karyawan yang lain, bahwa Anda layak mendapat kedudukan itu. Beranilah untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar atau pekerjaan yang lebih sulit, dimana karyawan lain tidak mau atau tidak mampu melakukannya.
  4. Penuhi harapan perusahaan
    Setelah ‘melanglang buana’ pastinya Anda diharap memiliki banyak ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi perusahaan. Buatlah perusahaan beranggapan bahwa kepergian Anda ke perusahaan lain sebagai investasi perusahaan untuk ‘menyekolahkan’ Anda lebih pintar lagi. Karena itu lakukan hal yang bisa memenuhi harapan bos Anda sangat merekrut kembali ke kantor lama. Dengan memenuhi harapan mereka, Anda memang layak kembali ke perusahaan lama.
  5. Tunjukkan loyalitas
    Sebenarnya kalau bos lama menelpon Anda kembali, berarti dia percaya akan loyalitas Anda. Anda masih bisa diandalkan dan dianggap mampu bekerja memajukan perusahaan. Meski begitu saat kembali ke kantor lama, tunjukkan loyalitas Anda. Selesaikan semua proyek, tanggung jawab dan pekerjaan yang Anda tangani. Jangan ‘melirik’ yang lain dulu, sebelum semua hal dia atas selesai dikerjakanm, meski itu sangat menarik perhatian Anda. *(my/20160404)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: