Sukses Mencari Penghasilan Tambahan

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Sukses Mencari Penghasilan Tambahan

Kita memang harus selalu mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Namun bila ada kesempatan yang bisa kita manfaatkan, kenapa tidak? Apalagi saat kebutuhan keluarga semakin bertambah, atau memiliki hobi yang membutuhkan banyak biaya, atau ingin waktunya menganti barang lama seperti TV tabung menjadi TV layar datar, maka saatnya mencari penghasilan tambahan.

Penghasilan tambahan adalah penghasilan yang didapat di luar pekerjaan utama. Jadi di luar jam kerja. Bisa pagi hari sebelum berangkat kerja, sore atau malam hari sepulang kerja atau di hari libur di akhir pekan.

Penghasilan tambahan tidaklah harus dilakukan saat Anda terpepet seperti perusahaan mau bangkrut atau hutang Anda semakin menumpuk. Mencari penghasilan tambahan malah dianjurkan dilakukan saat sejahtera alias berkecukupan.

Mencari penghasilan tambahan di jaman internet dan sosial media saat ini, sudah bukan sesuatu yang susah sebenarnya . Yang menjadi masalah adalah bagaimana memulainya. Berikut ini strategi yang bisa Anda ikuti.

  1. Ganti ‘mindset
    Saat menjadi pegawai biasanya dalam zona nyaman. Kalau sudah seperti ini, biasanya tidak mau bersusah payah mencari penghasilan tambahan. Karena itu, langkah pertama ganti mindset Anda. Anda tidak berarti salah atau berdosa bila mencari penghasilan tambahan. Asal semua itu tidak memanfaatkan fasilitas dan waktu kantor.
  2. Berkumpul dengan ‘Pengusaha’
    Orang bilang, berkumpul dengan penjual parfum, ikutan wangi. Berkumpul dengan tukang besi, ikutan bau asap. Kalau Anda tidak bergabung dengan orang-orang yang juga mencari penghasilan tambahan, Anda tidak akan tahu bagaimana caranya. Karena itu jangan segan ikutan seminar, menghadiri pertemuan atau bergabung dengan organisasi. Harapannya Anda menjadi ikutan bersemangat dan tahu siapa yang bisa diajak bicara bila ada kesulitan.
  3. Modal tidak harus uang
    Banyak orang beranggapan bahwa memulai usaha haruslah membutuhkan modal uang. Kenyataannya tidak demikian. Modal memang dibutuhkan, tapi bisa dalam bentuk uang ataupun dalam bentu lain.Dalam bentuk uang pun, tidak ada patokan berapa besar uang yang dibutuhkan. Bahkan seorang pengusaha pernah berujar, ‘Start from small’. Mulailah dengan modal sekecil mungkin. Bila terlihat maju, bisa ditambahkan modal sedikit demi sedikit. Jadi jangan membebani diri, bahwa memulai usaha harus bermodal besar.
  4. Modal utama adalah Anda sendiri
    Anda tanpa sadar sudah memiliki modal. Apakah itu? Bisa kemampuan, keahlian, ketrampilan, pengalaman atau teman-teman Anda. Salah besar kalau ada orang yang mengatakan dirinya ‘orang kebanyakan dan tidak bisa apa-apa’.Setiap manusia pastilah memiliki kemampuan, keahlian, ketrampilan, pengalaman. Apalagi kalau sudah bekerja puluhan tahun. Cobalah Anda renungkan.

    Mungkin Anda tidak merasakan itu sebagai sesuatu yang luar biasa, karena Anda menganggapnya biasa dan mudah. Tapi orang lain tidak menganggapnya demikian. Seorang teman pernah bercerita bahwa dia membantu seorang pengusaha mengisi SPT Pajak tahunan. Bagi teman itu adalah sesuatu yang gampang karena dia bekerja di bagian pajak sudah puluhan tahun. Tapi bagi pengusaha hal itu dirasa sangat ribet.

    Makanya dia ikhlas saja membantu teman pengusaha, karena merasa itu sesuatu yang mudah dan ringan dia kerjakan. Padahal teman pengusaha mau saja membayar daripada nanti kerepotan masalah pajak (dan memang demikian sebelumnya saat belum dibantu teman kita ini).

    Tanpa Anda sadari Anda memiliki suara merdu atau suka menyanyi. Bakat ini bisa dipakai sebagai MC atau penyanyi di ‘acara-acara lokal’. Anda suka berkebun, Anda bisa menyewakan tanaman atau menjualnya. Anda suka memelihara burung, kenapa tidak diperjual-belikan? Suka bermain volley, kenapa tidak melatih anak-anak SD/SMP bermain volley? Dan lainnya. Ini semua modal utama untuk mencari penghasilan tambahan.

  5. Carilah passion Anda
    Saat mencari penghasilan tambahan, masalah bisa saja datang bertubi-tubi. Atau sampai lama tidaklah mendapat penghasilan yang menggembirakan. Ini membuat Anda putus asa atau berhenti. Tapi bila dilakukan dengan senang hati karena itu merupakan kesukaan Anda, maka semua itu bisa dilalui.Karena itu jalankan usaha yang sesuai dengan passion Anda. Kalau Anda tidak suka keramaian, meski suara Anda merdu, janganlah menjadi MC atau penyanyi. Anda akan tersiksa. Tapi bisa menjadi pengisi suara atau membuat video-video lip sync yang bisa diupload ke Youtube.com untuk dipasang iklan.

    Kalau Anda suka volley, tapi tidak pandai mengajar dan bergaul, jangan menjadi pelatih volley. Tapi bisa membuat atau menjual peralatan volley.

    Bagaimana mencari passion? Passion biasanya ada di minat, bakat dan hobi. Coba direnungkan apa yang menjadi minat, bakat dan hobi Anda. Tidak memilikinya? Tidak mungkin. Coba tanyakan kepada kedua orang tua, keluarga atau teman, mereka bisa saja membantu menemukan passion Anda.

  6. Stay foolish, always learn
    Jangan ikuti trend. Karena trend bersifat sesaat. Mengikuti trend membuat jadi follower, sehingga bisa saja hanya dimanfaatkan. Suatu ketika trendnya memelihara jangkrik, Anda sudah membuat kandang, membeli bibit akhirnya saat panen, sudah tidak trend lagi. Atau trend bunga Gelombang Cinta. Beli bibitnya mahal, saat sudah besar sudah tidak trend lagi alias tidak mendapatkan penghasilan tambahan.Karena itu tekuni yang menjadi passion Anda. Bila sekarang belum meledak/trend, bersabarlah. Passion membuat Anda akan tekun dan terus menggeluti usaha Anda.

    Terus merasa bodoh dan belajar untuk meningkatkan usaha sehingga meningkatkan penghasilan Anda. Belilah buku, dengarlah radio/TV terkait usaha Anda, rajin mengikuti seminar/workshop dan tidak segan mendatangi pertemuan-pertemuan seprofesi.

  7. Berani memulai
    Sudah siap semua? Ya, langsung saja dimulai. Tidak usah ditunda-tunda lagi. Tanpa menjejakkan 1 langkah, ribuan kilometer mustahil akan ditempuh. Memang butuh keberanian memulai langkah dan memecahkan telur. Tanpa dimulai, kita tidak tahu akan sukses atau tidak. Jadi beranilah untuk memulai, tapi jangan lupa untuk tetap membuat perencanaan alternatif.Siapkan mental untuk gagal. Tetap berpikir positif. Berdasarkan survei, 9 dari 10 usaha akan bangkrut dalam waktu 5 tahun pertama. Jadi bila melewati masa 5 tahun, itu adalah prestasi.

    Jika belum berhasil dalam 1-2 tahun pertama, jangan berkecil hati. Karena hal itu merupakan hal yang wajar. Bila gagal, berhenti sebentar dan mencoba lagi. Segera susun catatan dan cari apa yang menyebabkan kegagalan. Anggap kegagalan tersebut sebagai pelajaran berharga.

  8. Jangan tinggalkan pekerjaan utama
    Untuk mengetahui besarnya alokasi waktu dan sumber daya untuk pekerjaan penghasilan tambahan ini, coba tuliskan seberapa besar penghasilan tambahan untuk ‘menambal’ penghasilan utama.Karena ingin menambah penghasilan tambahan, waktu istirahatnya jadi berkurang. Misal: sepulang kantor puku 17.00 dilanjutkan ngojek sampai pukul 21.00. padahal pukul 08.00 esoknya sudah harus kembali bekerja. Karena terus-menerus akhirnya jatuh sakit. Ingin mengejar penghasilan tambahan 1 juta malah harus mengeluarkan 5 juta untuk biaya rumah sakit.

    Jadi perhitungkan masak-masak. Jangan sampai ingin dapat penghasilan tambahan, lalu anak-anak jadi nakal karena tidak terurus, atau jatuh sakit, atau lebih parahnya kehilangan pekerjaan utama.

    Sebaliknya, mungkin saja jumlah penghasilan tambahan jauh lebih besar dari penghasilan utama. Boleh saja di titik ini, Anda ingin meninggalkan pekerjaan utama. Tetapi tetap dibutuhkan kejelian dalam memutuskan. Seperti juga investasi yang memerlukan diversifikasi, begitu juga dengan pekerjaan, sedapat mungkin pertahankan pekerjaan utama.

Selamat berburu penghasilan tambahan! *(my/20160420)

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: