Agar Tidak Selalu Telat

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Agar Tidak Selalu Telat

“Tuh, Pak Ogah datang,” kata seorang teman menunjuk Anda. Untuk kesekian kalinya Anda terlambat datang saat meeting. Sepertinya tidak hanya saat meeting, tapi seringkali acara di kantor termasuk masuk kantor sering terlambat. Saking seringnya terlambat, Anda dipanggil Pak Ogah oleh teman-teman Anda. Pak Ogah adalah tokoh di cerita anak di TV dulu yang selalu malas.

Anda tentu tidak mau terus-terusan dipanggil Pak Ogah. Sebenarnya sudah banyak hal yang sudah Anda lakukan, termasuk memajukan semua jam di rumah 15 menit. Tapi tetap saja sering terlambat. Minta orang lain membangunkan, toh Anda tetap tidak bangun meski sudah dibangunkan orang lain.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Carilah penyebabnya
Jujurlah pada diri, apa sebenarnya yang menyebabkan keterlambatan Anda. Langkah ini biasanya sulit dilakukan, karena jarang orang berani mengakui kelemahan dan mengkoreksi dirinya sendiri. Tentu bila sudah tahu penyebabnya, maka akan bisa diketahui pula solusinya.

Ada banyak alasan Anda selalu terlambat. Berikut alasan-alasan itu dan bagaimana seharusnya mengatasinya:

  1. Sering begadang
    Karena sesuatu hal Anda sering tidur terlalu malam, entah itu melembur pekerjaan, menonton film, kongkow dengan teman-teman. Tubuh punya batas minimal tidur. Sehingga harusnya Anda tidur lebih sore, agar bisa bangun lebih awal. Mengatasinya masalah ini dengan memanaj pekerjaan dan waktu Anda, termasuk membuat prioritasnya. Contoh: ongkow dengan teman-teman perlu, tapi tidak harus setiap hari. Lalukan saat besok libur, misal: hari Minggu. Bila Anda cukup tidur, maka Anda bisa bangun lebih awal.
  2. Mencampur-adukkan kantor dan rumah
    Di rumah Anda seringkali mengerjakan pekerjaan kantor, misal: sebelum mandi Anda cek email kantor dan berusaha membalasnya. Anda boleh mengerjakan pekerjaan kantor di rumah, namun harus diatur prioritasnya, misal: menahan diri sebelum berangkat kerja melakukan hal terkait kantor, misal: membaca email kantor tersebut. Tahan sampai Anda dapat membacanya di kantor.
  3. Berangkat lebih awal
    Anda sudah tahu lamanya waktu perjalanan ke kantor, misal: 30 menit. Tapi jangan berangkat ke kantor pas 30 menit sebelumnya. Berangkatlah sebelum 1,5 kali waktu normal, misal: 45 menit. Syukur bisa 2 kali lipat yakni 60 menit. Karena kita tidak tahu dalam perjalanan nanti ada hambatan atau tidak. Ada kecelakaan, mobil mogok, truk rusak gardannya dan lainnya, sesuatu yang tidak bisa Anda kendalikan namun akan mengacaukan perencanaan waktu perjalanan Anda. Jadi berangkat lebih lama dari waktu normal perjalanan.
  4. Jangan SKS
    Orang Indonesia biasanya menganut paham SKS (Sistem Kebut Semalam). Artinya mengerjakan sesaat sebelum deadline. Misal: besok ulangan, baru malamnya belajar atau bahkan pagi sesaat sebelum ulangan. Demikian juga saat mau berangkat kantor, baru mencari-cari kaos kaki, baju, atau peralatan kantor sesaaat sebelum ke kantor. Jadinya panik dan tergopoh-gopoh bila tidak menemukan, sehingga membuat Anda terlambat ke kantor. Harusnya malam sebelumnya sudah disiapkan.
  5. Merekalah yang telat, bukan Anda!
    Anda berangkat ke kantor bersama istri dan anak-anak. Ya, berarti sama saja bila Anda sudah siap, tapi istri dan anak-anak belum siap. Anda juga akan terlambat. Karena itu tidak hanya Anda saja yang harus jauh-jauh tempo mempersiapkan, tapi anggota lain. Anda tidak boleh bosan mengingatkan mereka, seperti termasuk meminta istri menyiapkan sarapan tidak mepet sebelum jam berangkat.
  6. Malas ke kantor
    Anda memang sejak awal sudah malas untuk berangkat ke kantor. Anda mencari-cari alasan agar tidak masuk kerja, seperti bermalas-malasan, mengulur waktu atau mencari celah agar bisa bolos. Bila Anda sudah merasakan hal ini, berarti hati Anda sudah tidak di kantor tersebut. Artinya Anda sudah tidak betah atau nyaman di kantor. Solusinya sederhana. Mungkin saatnya mencari kantor baru. *(my/20160503)

One Comment

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: