Memulai Percakapan Dengan Karyawan Lain

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Memulai Percakapan Dengan Karyawan Lain

conversation-1177860_1920_300Salah satu kunci sukses di kantor adalah mendapat bantuan dari rekan kerja lain. Untuk ini perlu hubungan yang cukup baik sebelumnya. Karena bila sudah kenal maka bila minta bantuan kepada yang lain akan lebih dibantu secara sungguh-sungguh.

Biasanya kalau rekan sedepartemen tidaklah terlalu masalah, karena sering bertemu. Tapi bagaimana dengan teman yang jauh? Teman yang beda departemen, bahkan kantornya berjauhan?

Kadang ada kesempatan datang, namun kita tidak dapat memanfaatkannya. Misal: saat datang ke rapat, ternyata yang baru datang adalah Anda dan orang lain yang belum dikenal akrab. Bila suasana sudah semakin garing, sampai helaan nafas orang lain terdengar, maka saatnya untuk belajar memulai percakapan.

Yang perlu Anda ingat, lakukan secara senatural mungkin. Jangan jadi beban. Karena kalau hal ini dianggap berat, maka justru pikiran akan jadi mampet. Kuncinya “Jadilah diri Anda sendiri.”

Sue Thompson, pelatih etiket dari Set Free Life Seminars memiliki saran menarik yang disebutnya sebagai ‘aturan 3 bulanan’. Mulailah dengan tema tentang apa yang Anda lakukan 3 bulan terakhir atau rencana Anda 3 bulan ke depan. Misal: rencana liburan saat ada hari libur panjang, rencana sekolah untuk anak Anda dan lain sebagainya.

Akan lebih baik dalam percakapan itu melibatkan orang yang Anda ajak bicara. Bila pun tidak dapat, tidak masalah kalau topiknya tentang Anda. Karena Anda merasa lebih nyaman dan sangat menguasai topik itu, selain itu orang lain bisa ikut memberikan pendapat atau pengalamannya mengenai topik tersebut.

Kalau Lynne Eisaguirre, penulis We Need to Talk: Tough Conversations With Your Boss, mempunyai saran lain. Katanya percakapan bisa dimulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, di mana, dan kapan. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membuat percakapan hidup karena akan mengalir. Bila menggunaka pertanyaan tertutup, maka bisa berhenti dengan hanya jawaban “ya” atau “tidak”.

Berikut tips untuk memulai percakapan dengan orang lain.
1. Bicarakan tentang sesuatu yang Anda ketahui
Dengan memulai sesuatu yang Anda ketahui percakapan akan mengalir, karena bahannya cukup banyak karena Anda menguasainya. Bicarakan tentang keluarga, pekerjaan, hobi atau peristiwa terbaru (tapi jangan terlalu kontroversial).

2. Dengarkan
Lynne Sarikas, direktur MBA Career Center di Northeastern University’s College of Business Administration, mengatakan bahwa mendengarkan sama pentingnya dengan bicara. Tunjukkan rasa hormat dengan mendengarkan dia secara seksama.

Caranya, dengan mengerti ucapan mereka, baik dengan ucapan mengulang kata terakhir mereka, atau dengan anggukan sudah cukup sopan. Lontarkan pertanyaan untuk membuat mereka menyadari, bahwa Anda menyimak omongannya. Sebut namanya. Jangan menginterupsi ketika mereka bicara.

Berilah dia kesempatan bicara. Bila dia tidak tertarik dengan topik yang Anda angkat, perhatikan topik apa yang menurutnya menarik. Anda bisa membelokkan topik yang dia tertarik.

3. Ingat namanya dan catat
Percakapan itu mungkin sebentar. Namun permulaan percakapan yang menarik, akan bisa menciptakan hubungan yang lebih langgeng. Catat namanya, minta nomor hpnya atau kontak lainnya misal extension atau email. Setelah Anda berpisah, segeralah mengirim pesan ke HP atau emailnya. Ini seperti akan menjadi pengikat hubungan Anda dengannya.

Jadi jangan malu untuk memulai percakapan dengan teman kantor yang baru Anda kenal. Tidak ada salahnya, asal Anda tidak mengatakan hal-hal yang menganggunya. Siapa tahu dengan percakapan kecil beberapa menit tersebut, Anda bisa bekerja sama dan saling membantu di masa depan. *(my/20160330)

One Comment

  • Sulistiyawati

    Ya, itu kadang kita susah untuk memulai percakapan. Tapi nanti saat berpisah tidak bertegur sapa, baru menyesal.

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: