Pertimbangan Membeli Ponsel (1)

Home / Artikel / TI (Teknologi Informasi) / Seluler / Pertimbangan Membeli Ponsel (1)

gk-hp-motoq8-1Ponsel sekarang terlihat canggih dan menggiurkan. Tapi harus banyak pertimbangan sebelum membeli. Jangan mudah tergiur. Karena ada dampak samping yang diakibatkan. Dan itu tidak diinfokan di iklan.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Dalam kurun 6 bulan terakhir saya sudah membeli 3 ponsel. Saya jarang melakukan hal ini. Karena biasanya ponsel saya berumur tahunan. Saya akan beli ponsel baru, kalau ponsel itu sudah tahunan saya pakai. Seperti Nokia N-Gage QD yang sudah 4 tahun menemani. Dan masih saya pakai sampai sekarang.

Saya membeli ponsel baru itu, karena ingin mengetahui berbagai sistem operasi (OS) ponsel. Ya, selama ini saya menggunakan Nokia, yang kebanyakan menggunakan OS Symbian. Ini saya gunakan sebagai referensi penulisan buku saya.

Yang pertama, saya membeli Motorola Q8. Ponsel ini menggunakan OS Windows Mobile 6.0. Ya, ini OS bikinan Microsoft. Jadi sama mudahnya pemakaiannya dengan OS di komputer. Lalu berikutnya saya beli ZTE C261. Ini khas ponsel lokal/Cina. Dan terakhir saya membeli Nokia 5230. Ini ponsel layar sentuh. Jadinya menggunakan OS yang berbeda dengan Nokia lainnya.

Dari pengalaman memiliki 3 ponsel baru tersebut, saya memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan. Kebanyakan adalah sesuatu yang tidak pernah diberitahukan di iklan atau bahkan review-review di media massa.

Dari hal ini, saya kira kita harus lebih banyak mempertimbangkan membeli ponsel baru. Jangan tergiur dengan fitur ataupun spesifikasi. Karena banyak dampak samping yang diakibatkan. Dan itu tidak diberitahukan di iklan.

Memang terlihat canggih dan terasa menggiurkan. Ada 3G (WCDMA), HSDPA yang membuat kecepatan unduh sampai 3,5 mbps bahkan lebih. Ada GPS yang akan memandu kita atau mencari sebuah lokasi, bahkan bisa memberi info lokasi pada foto yang kita potret. Ada mp3 player yang kualitasnya tak kalah dengan mp3 player terpisah. Dan masih banyak lagi.

Jadi pertimbangan hal-hal berikut ini, sebelum anda membeli ponsel baru.

1. Menyedot pulsa.
Ponsel-ponsel baru sekarang memang memiliki fitur-fitur yang bikin ngiler. Ada push email yang membuat datangnya email seperti SMS. Ada GPS, yang bisa memandu kita dalam mencari sebuah lokasi. Ada info yang akan memperlihatkan status Facebook teman kita, langsung di halaman ponsel utama.

Ini semua sedikit banyak akan memakan pulsa. Karena membutuhkan data koneksi ke internet. Tapi untungnya semua itu bisa dinon-aktifkan. Tapi kalau tidak diaktifkan, rasanya sayang. Punya ponsel canggih, tapi tak pernah dimanfaatkan.

Berapa banyak pulsa yang terkuras? Tergantung provider anda. Bisa cukup banyak, kalau memang tarifnya mahal. Atau malah mungkin tak mengeluarkan uang sepeserpun, karena ada fasilitas gratis akses internet. Meski tak banyak.

Jadi pertimbangkan hal ini, kalau memang anda menjatah pulsa anda seminim mungkin.

2. Baterai cepat habis.
Ini juga dampak lain ponsel-ponsel canggih. Banyaknya fitur yang menyambung ke internet, membutuhkan koneksi cepat (3G atau HSDPA), dan ini ternyata memakan daya. Beberapa ponsel memang bisa mengatur koneksi yang diinginkan, misal ke GSM (2G), tapi fitur-fitur yang ada tak akan optimal.

Waktu saya memiliki ponsel Motorola Q8, saya sempat terkejut karena daya baterainya hanya 2 hari. Padahal Nokia Ngage QD saya yang sudah 4 tahun saja, masih 4 harian. Begitu kagetnya, saya sampai menuliskan di artikel http://blog.techknow.web.id/2010/pengalaman-masa-aktif-baterai-hp-saya/. Saya kira itu karena Windows, namun ternyata setelah memiliki Nokia 5230, ternyata juga sama. Hanya bertahan 2 harian.

Memang ponsel-ponsel canggih baterainya boros. Dan ini ternyata masih lumayan. Ponsel-ponsel canggih lainnya misal Blackberry hanya bertahan seharian. Bahkan sebuah ponsel Android, hanya bertahan sejam. Sampai yang mereview heran, apakah ini hanya terjadi pada ponsel itu atau keseluruhan tipe.

Untuk mengatasi borosnya baterai, saya sampai membawa kemana-mana charger. Karena chargernya relatif beda. Jadi kalau anda tak ingin membawa kemana-mana charger, pertimbangkan membeli ponsel-ponsel tersebut. [TSA, 9/3/2010 subuh]

[Bersambung]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan bukunya telah terbit, “99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

2 Comments

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: