Rahasia Rejeki (25): Posisi Menentukan Prestasi

Home / Serial Tulisan / Rahasia Rezeki / Rahasia Rejeki (25): Posisi Menentukan Prestasi

Oleh: Mochamad Yusuf*

Di belakang kebun binatang Surabaya (KBS) ada sebuah jalan yang cukup ramai kalau mulai sore hari. Bila kita mengikuti jalan ini ke arah barat nanti akan bertemu sebuah perempatan.

Sebenarnya 2 ruas cabang yakni ke kiri dan terus tak terlalu besar. Malah seperti gang saja. Tak sebanding dengan jalan sebelumnya yang kita ikuti. Namun di ruas sebelah kanan ada jalan cukup lebar, bahkan kembar. Ke kananlah sebagian besar pengendara belok.

Nah, di sebelah kiri di perempatan jalan itu ada 3 depot yang berjejer. Semuanya menjual bakso. Bahkan semuanya menggunakan nama yang sama!

Kebanyakan orang akan memilih yang tengah. Persis sebelum perempatan kalau belok ke kiri. Karena yang tengah ini yang paling ramai. Yang tengah yang terlihat paling asli.

Beberapa kali saya ke sana, saya milih yang tengah. Terakhir-terakhir saya mencoba yang paling kanan alias paling barat. Ini sebenarnya perluasan dari yang tengah. Saya ke sini lebih tenang dan bersih.

Namun suatu ketika karena saya mulai dari jalan yang berlawanan dari arah KBS, maka saya bisa melihat ketiga depot ini dengan jelas. Benar. Ketiga depot ini persis di ujung jalan kembar. Orang-orang bilang sebagai lokasi tusuk sate. Karena itu saya mencoba yang paling kiri alias paling timur. Karena alasan waktu itu parkirnya yang paling sepi.

Waktu menyantap bakso, baru saya sadari ada vinyl informasi di tembok depan. Isinya menyatakan bahwa sebenarnya depot yang tengah adalah miliknya. Karena sesuatu hal depot tengah ini tak bisa dimiliki. Bahkan beberapa anak buahnya bergabung ke depot itu. Mereka tetap mengibarkan nama depot yang sama.

Selama beberapa waktu dia vakum, sampai kemudian dia membuat depot bakso di sebelahnya. Ya, di sini. Dan juga memakai nama yang sama. Karena itu depot yang asli menurutnya adalah dia. Tapi kalau diperhatikan secara cermat, memang yang ini lebih enak (untuk waktu-waktu berikutnya saya ke depot ini).

Saya pernah menanyakan ke pegawainya, kenapa tidak menggugat saja depot yang tengah? Karena mereka menggunakan nama yang bukan miliknya. Tapi jawabannya sungguh ‘rendah hati’, “Buat apa mas. Toh semuanya ramai. Rejeki ada yang mengatur.”

Istilah bagi anak sekolah jaman sekarang adalah posisi menentukan prestasi. Bila di posisi yang tepat, apapun bisa ikutan meraih untung. Bila di ujung kiri dan kanan sekalipun ditambah masing-masing 1 depot bakso, mungkin yang terakhir juga ramai. Karena berada lokasi yang tepat. Lokasi terkenal sebagai bakso yang enak.

Tapi apakah selalu posisi menentukan prestasi?

Di jalan Ahmad Yani di sebelah timur ada bengkel yang kalau malam hari dibuat sebangsa pujasera, meski secara resmi mereka tak menamakan sebagai pujasera (tapi kelak bengkel ini full resmi sebagai pujasera/foodcourt).

Sajian utama pujasera ini adalah pecel. Depot pecellah yang selalu ramai bahkan antri. Padahal harganya untuk ukuran Surabaya, yang banyak sekali warung pecel, termasuk mahal. Istri saya termasuk pelanggannya. Karena memang enak dan lauknya yang beragam.

Dari depot lain saya dengar informasi bahwa pemilik bengkel tiap tahun selalu menaikkan sewanya. Bahkan untuk depot pecel kenaikannya selalu gila-gilaan. Mungkin karena sudah tak kuat atau pemilik bengkel sudah punya rencana lain, maka depot pecel tadi hengkang.

Untunglah depot pecel sudah menyiapkan tempat lain sejajar dengan jalan itu, yakni sisi timur jalan Ahmad Yani. Jaraknya juga tak terlalu jauh. Sekitar ratusan meter.

Sebenarnya depot pengganti ini sudah buka jauh sebelum pindahan. Saat yang asli masih buka di bengkel itu. Tapi masih sepi. Orang-orang masih suka beli yang di asli yakni di bengkel.

Setelah pindah beneran, orang-orang masih juga ke bengkel. Karena di pujasera bengkel itu di lokasi sama juga berjualan pecel. Ragam, gaya dan rasa hampir sama.

Meski begitu lambat laun orang tidak mau ke sana. Yang depot pengganti makin lama makin ramai. Apalagi setelah tahu yang asli pindah ke depot pengganti itu.

Dalam benak saya kenapa depot pecel baru yang di bengkel itu ditinggal pembeli? Bukankah dia di lokasi yang sama dengan depot pecel yang terkenal itu? Bahkan rasa, gaya dan ragamnya hampir sama. Yang beda jelas nama. Itu saja.

Ternyata untuk kasus ini, istilah posisi menentukan prestasi tidaklah tepat dijalankan. Saya membandingkan dengan kasus depot bakso di atas, dengan perlakuan sama ternyata hasilnya bisa beda.

Lalu kenapa bisa begitu? Mungkin inilah yang dimaksud sebagai rahasia rejeki. [TSA, 28/01/2011]

~~~
Artikel ini bagian dari buku yang saya rencanakan untuk terbit. Rencananya ada 99 artikel yang berkaitan dengan rahasia rejeki. Untuk seri 1 sampai 10, anda bisa membaca secara lengkap di sini. Setelah seri itu, tak ditampilkan secara lengkap. Namun setiap kelipatan seri 5, akan ditampilkan secara lengkap. Jadi pantau terus serial ‘Rahasia Rejeki’.

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI di SAM Design. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di Facebooknya.

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: