Topik Pembicaraan Harus Dihindari Dengan Pacar Sekantor

Home / Artikel / SDM (Sumber Daya Manusia) / Topik Pembicaraan Harus Dihindari Dengan Pacar Sekantor

Seorang teman pernah mengeluh tentang aturan menikah sesama karyawan. Dulu diperbolehkan, kemudian dilarang. Lalu diperbolehkan lagi, kemudian dilarang. Terus dilarang sampai sekarang. Dia mengeluh bagaimana nasibnya kelak bila harus menikah dengan pacarnya yang kebetulan juga kerja di perusahaan yang sama.

Saya tidak akan membahas bagaimana langkah yang harus dilakukan teman tersebut di artikel ini (mungkin di artikel kelak, hehehe). Saya tertarik dengan kecenderungan berpacaran (dan kelak bisa saja menikah) dengan teman sekantor.

Kalau dipikir memang wajar kalau akhirnya sesesorang jatuh cinta dengan teman kantornya. Pepatah Jawa bilang, “Trisno jalaran soko kulino.” Sering ketemu di kantor, menyebabkan jatuh cinta. Wajar, 8 jam bekerja di kantor. 2 jam perjalanan berangkat-pulang (bisa lebih). Praktis tersisa beberapa jam sebelum akhirnya mengantuk dan tidur. Sedikit waktu untuk bersosialiasi dan mencari teman-teman baru.

Karena itu tidak heran menurut penelitian, 40 % orang pernah menjalin hubungan asmara dengan teman kantornya. Padahal menjalin hubungan asmara seperti ini seakan bermain api. Mengandung resiko: menebar gosip, jengah saat bertemu di ruang meeting bahkan dibully oleh teman-teman kantor lain.

Tapi bagaimana kalau sudah terjadi? Lha, kalau sudah jatuh cinta tidak bisa dicegah lagi. Berikut 5 topik pembicaraan yang harus dihindari saat bertemu dengan pacar.

  1. “Aku benci pekerjaanku”
    Jangan berkeluh kesah tentang pekerjaan di kantor kepada orang lain, termasuk juga pada sang pacar. Anda mungkin sekedar curhat dengan berkeluh kesan seperti itu. Atau ingin mendapatkan dukungan dari sang pacar. Namun bisa saja sang pacar justru menyukai pekerjaannya. Hal lainnya bila hubungan itu putus kelak, keluh kesah ini akan menjadi blunder bila sampai tahu atasan. Kalau memang berkeluh kesah sampaikan kepada keluarga. Itu lebih aman.
  2. Memperbincangkan keburukan bos
    Ini juga jenis keluh kesah lain. Jangan Anda lakukan. Anda tidak tahu bagaimana kedekatan hubungan sang pacar dengan bos. Bisa-bisa bila sampai bos, Anda dipecat.
  3. Minta sang pacar mempromosikan ke bos
    Ini sebaliknya dengan poin 2 di atas, yakni memanfaatkan posisi sang pacar dengan bos. Misal: sang pacar adalah sekretaris bos dan memintanya memperbincangkan Anda yang baik-baik saja di hadapan bos. Ini akan membuat tidak enak posisi sang pacar. Mengaburkan garis personal dan profesional. Biarkan Anda dipromosi bukan karena posisi sang pacar, tapi karena memang kemampuan Anda.
  4. Memperbincangkan keburukan teman kantor
    Ini juga hampir sama dengan poin kedua di atas. Sekali lagi jangan melakukan hal itu, karena ada kemungkinan sang pacar kenal dan dekat teman tersebut. Sehingga ada potensi omongan ini sampai ke orang dipergunjingkan.
  5. Berhati-hati memuji
    “Ah, kamu itu terlalu bagus untuk posisi itu. Sayang kamu belum beruntung saja,” begitu komentar Anda saat sang pacar berkeluh kesah tentang posisinya yang stagnan. Komentar itu memang bernada memuji. Namun karena posisinya lagi mandek, pujian itu bisa saja seperti ejekan. Bisa disalahartikan. *(my/20160418)

One Comment

  • Riztia Dewi

    Wah memang susah kalau berpacaran dengan teman sekantor harus tetap berhati-hati berbicara meskipun dengan pacar

Leave a Reply

-->
%d bloggers like this: